Edisi No 05, Tanggal 31 Januari 2010: "Misa Ruwatan"

Setiap Tahun Baru Jawa, 1 Sura sebagian umat Katolik Jawa di Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah mengadakan Misa Ruwatan. Tujuannya untuk membebaskan dan menyucikan diri dari dosa-dosa atau sukerta, sekaligus minta berkat dari Sang Pencipta agar diselamatkan. Praktik Misa Ruwatan inkulturasi budaya Jawa ini belum menjadi ajaran resmi Gereja Katolik, masih terdapat pro dan kontra di antara hirarki Gereja sendiri. Uskup Purwokerto, Mgr J. Sunarka SJ pun berhati-hati atau waswas dalam menanggapinya. Karena dalam Ruwatan itu tidak ada paham ke-allah-an.


KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):

Ruwatan Katolik di Kroya

Konon, budaya Jawa begitu kuat mengakar dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya, apa pun yang berasal “dari luar” Jawa haruslah beradaptasi, jika ingin diterima oleh masyarakat Jawa. Tak terkecuali agama-agama besar yang melakukan siar di lingkup masyarakat Jawa, terutama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah (Jateng), dan Jawa Timur (Jatim). Gereja Katolik juga “membuka diri” terhadap budaya Jawa. Sebagai buktinya, Paroki Tyas Dalem Kroya, Keuskupan Purwokerto, Jateng menyelenggarakan ruwatan Katolik pada Sabtu Wage, 12 Desember 2009. Kemudian, dalam menyambut Tahun Baru Jawa...


Pro Kontra Misa Ruwatan

Misa inkulturasi sering dinilai kebablasan. Misa Ruwatan, Misa 1 Suro, Misa Imlek, dan sejenisnya sering mengundang pro-kontra, baik dari kalangan hirarki (uskup dan para imamnya) maupun umat awam. Banyak yang mempertanyakan untuk apa mengadakan Misa ruwatan jika orang sudah menerima Sakramen Baptis (Permandian)? Menurut Pastor G. Utomo Pr (80) – akrab disapa Romo Ut –, upacara ruwatan secara kristiani perlu dilakukan. Alasannya, ada roh yang anti berkat dan anti kasih. Diruwat dimaksudkan untuk dibebaskan dari sukerta. “Yang dimakan Batara Kala itu bukan hanya anak yang dicirikan sendang apit pancuran, atau anak tunggal, dan lainnya. Yang anti berkat, termasuk mereka yang berpandangan patriarki juga perlu diruwat...


Misa Satu Suro

Ada yang berbeda di Gereja Hati Kudus Yesus Tanah Mas, Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Saat itu, Kamis Wage malam Jumat Kliwon. Mereka sedang melakukan kegiatan menyambut Tahun Baru Jawa, 1 Suro yang jatuh pada Kamis, 18/12. Rangkaian acara dimulai dengan senandung selawatan Katolik dan doa yang dibawakan oleh Paguyuban Selawatan Katolik Lingkungan St Ignatius, Stasi Sampangan, Paroki Katedral Semarang. Kemudian, dilanjutkan dengan sarasehan sikap orang Katolik terhadap tradisi Suran dan memuncak pada Perayaan Ekaristi...


Mgr Julianus Sunarka SJ: Ruwatan Perlu Wawas Teologis

Ruwatan atau Suronan yang diinkulturasikan dengan Misa sudah menjadi fenomena umum, di tengah-tengah masyarakat Jawa. Bagaimana pandangan Gereja? Di bawah ini petikan perbincangan HIDUP dengan UskupPurwokerto, Mgr Julianus Sunarka SJ. Bagaimana pandangan Bapak Uskup mengenai tradisi ritual masyarakat asli? Prinsipnya, Gereja tidak menolak apa pun yang benar lagi suci dalam agama-agama non-kristiani. Apa saja yang terdapat dalam adat kebiasaan bangsa yang bersih dari takhayul dan kesesatan disambut oleh Gereja dengan suka hati. Terhadap adat-istiadat dan upacara ”kebaktian” yang laras, atau unsur dan minat baik yang berkebatinan mendalam serta terungkap begitu semarak, Gereja menyambutnya...


Theophilus Bela: “Di mana Ada Pendatang, di Sana Ada Masalah”

Ada beberapa faktor yang menghambat jalannya pluralisme di Indonesia. Ketua Umum Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ), Theopilus Bela menuturkannya kepada Amadea P. dari HIDUP. Petikannya: Bagaimana pendapat Anda mengenai kasus pengrusakan gereja di Bekasi dan pencabutan izin gereja di Purwakarta? Faktor utama yang menyebabkan permasalahan tersebut adalah urbanisasi, industrialisasi, dan transmigrasi. Karena urbanisasi, pasti banyak pendatang. Tentunya, para pendatang memiliki kepentingan...


BEBERAPA KUTIPAN-KUTIPAN ISI MAJALAH:

(TAJUK)

Sinkretisme

Sinkretisme adalah gejala kuno. Ia sudah ada dan muncul sejak awal peradaban manusia. Sinkretisme adalah membiarkan atau malah mengupayakan percampuran beberapa unsur keyakinan atau kebudayaan. Sebuah percampuran yang sedemikian rupa sehingga proses yang berlangsung adalah tambal sulam dan semuanya digabung-gabung secara dangkal. Sebagian ahli berpendapat bahwa orang Jawa berabad-abad melakukan praktik ini. Apa pun latar belakang keyakinan atau agama mereka. Clifford Geertz adalah antropolog klasik yang senantiasa dikutip ketika kita membicarakan topik ini. Ia membahas secara luas sinkretisme orang Jawa, khususnya terkait...


(KABAR JAKARTA)

Merosotnya Jumlah Murid

Jumlah murid sekolah Katolik cenderung merosot dari tahun ke tahun. Kehadiran sekolah-sekolah berlabel internasional atau sekolah plus lebih menarik minat orangtua murid. Keprihatinan itu mengemuka dalam seminar tentang ”Guru sebagai Panggilan Jiwa” di Aula Lt 2,­­ Paroki St. Thomas Rasul, Bojong Indah, Sabtu, 16/1. Seminar yang dihadiri sekitar 150 pendidik dari sekolah-sekolah Katolik se-Paroki Santo Thomas Rasul Bojong Indah ini diselenggarakan oleh Paguyuban Guru Se­kolah Katolik bekerjasama dengan Sie Pendidikan Paroki...


Sulitnya Jadi Wartawan Kristen

Uang bisa menjadi sandungan moral bagi wartawan yang benar-benar ingin bersikap profesional. Tak terkecuali wartawan Kristen. Hal ini ditegaskan Prof Dr Tjipta Lesmana MA, MARS saat mengkritisi kuliah umum Prof J. Douglas Tarpley PhD bertema “The Integration of Faith with Journalism Education and Professional Journalism Activity” di Universitas Pelita Harapan, Kamis, 21/1. Ia mengemukakan, wartawan adalah manusia biasa yang juga membutuhkan uang. Ia juga menyinggung siapa yang mengontrol jika pers berbuat salah atau sudah kelewat batas, seperti yang terjadi...


Bukan Kebohongan

Mgr Ignatius Suharyo Pr berpesan agar para wartawan menyebarkan Kabar Gembira melalui tulisan-tulisan yang dibuatnya. Hal itu terungkap dalam acara buka tahun bersama 2010, Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI), di kapel dan aula SMA Kanisius, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 22/1. Hadir dalam acara ini sejumlah tokoh nasional, seperti Linda Agum Gumelar (Menteri Peranan Wanita dan Perlindungan Anak), Sholahudin Wahid, Mayjen (Purn) Kiki Syahnakri, dan Frangky Welirang. Misa pembukaan dipersembahkan Uskup Agung Koajutor KAJ Mgr Ignatius Suharyo Pr, didampingi...


Beda Hidup Beragama dan Beriman

Seolah disulap, hanya dalam waktu kurang dari delapan bulan dipugar, Gereja St Yakobus Kelapa Gading yang sebelumnya hanya menampung 900 tempat duduk, kini kapasitasnya mencapai 2.170 tempat duduk. GEREJA ini diresmikan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya Suhartono SE, Kamis, 7/1 dan diberkati Uskup Agung Koajutor Mgr Ignatius Suharyo Pr, Sabtu, 16/1. “Mungkin hidup beragama semakin kuat, tetapi pada waktu yang sama hidup beriman tidak berkembang atau bahkan semakin lemah. Ini membedakan...


Kehadiran Anak Membawa Perubahan

Kelahiran seorang bayi di tengah keluarga akan menyingkirkan benih-benih perselisihan dalam keluarga tersebut. Pastor Andre Deli Marta SDB menegaskan hal tersebut dalam khotbah Misa Natal Bersama Guru-guru Katolik Wilayah Banten, di aula Sekolah Tarakanita Citra Raya, Cikupa, Tangerang, Minggu, 10/1. Hadir dalam perayaan ini sekitar 100 guru, Pembimas Katolik Provinsi Banten Stanislaus Lewotoby, Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG), dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) agama Katolik Kota dan Kabupaten Tangerang, KKG dan MGMP Kota dan Kabupaten...


(NUSANTARA)

Semalam Mengubah Masa Silam

Kehidupan remaja dewasa ini makin terseret arus kenikmatan duniawi. Hal itu sangat terlihat dari tingkah moral, cara berpakaian, berbicara, hingga menghargai alam di sekitar mereka. Inilah keprihatinan para siswa kelas 10 SMA Pius Bakti Utama Bayan, Kutoarjo yang melakukan outbound di Wisma Salam, Muntilan, Jawa Tengah, 8-9/1. Pendidikan dari dalam rumah maupun sekolah semakin hari semakin tidak menimbulkan sesuatu yang mengubah cara hidup kaum muda. Apakah orangtua atau para guru yang salah dalam membentuk kaum muda? Ataukah kaum muda sudah tak lagi peduli terhadap...


Agar Tidak Cengeng

Bertambah lagi pekerja di ladang Tuhan. Sebanyak sembilan suster dari Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas Palembang mengikrarkan profesi kekal, Desember lalu. Mereka adalah Sr M. Anastasia FCh, Sr M. Arnolda FCh, Sr M. Diana FCh, Sr M. Eufrasia FCh, Sr M. Emanuel FCh, Sr M. Filipita FCh, Sr M. Gema Galgani FCh, Sr M. Hilaria FCh, dan Sr M. Pasifika FCh. Selain itu, dua suster merayakan 25 tahun hidup membiara, yaitu Sr M. Elfrida FCh dan Sr M. Laurentia FCh. Sedangkan Sr M. Francis merayakan 50 tahun...


Menyatukan yang Berserakan

Untuk ikut membantu pemberdayaan masyarakat NTT yang berdomisili di Provinsi Jawa Barat, dibentuk Formas NTT Jabar (Forum Masyarakat NTT, Jabar), di Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 12/12/09. Pembentukan lembaga tersebut ditandai dengan seminar bertajuk “Memaknai Lewat Setengah Abad NTT: Apa Kata Mereka?”. Mantan Gubernur NTT dr Ben Mboi, Jacky Ully, dan Pendeta Simson tampil sebagai pembicara dengan moderator Dr Frans Pareira dan Dra Sylvia A. Anggraeni Mehang Kunda. Menurut Ben Mboi, yang paling menonjol dalam pembangunan Indonesia...


Ultah Stasi Mandiri

Stasi Kristus Raja Alam Semesta Tembagapura, Papua merayakan pesta ulang tahun ke-34 belum lama ini. Misa syukur dipimpin Pastor Cassianus Teguh Budiarto SJ, di depan sekitar 300 umat Katolik karyawan PT Freeport Indonesia Tembagapura, Papua. Misa berlangsung di lokasi Owil Parah Tembagapura. Perayaan yang meriah sekaligus sebagai penutup tahun liturgi ini berdekatan dengan air terjun dan gunung yang curam. Stasi Kristus Raja Alam Semesta Tembagapura terletak di atas Gunung Ersberg dengan ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut. Stasi ini sudah berdiri sejak tahun 1975...


SALURAN BERKAT

”Semoga Gereja Paroki Santa Maria Tak Bercela (SMTB) menjadi sebuah paguyuban yang memperjuangkan kesucian, sehingga dapat menjadi saluran berkat bagi sesama.” Demikian harapan Uskup Surabaya, Mgr Vinsensius Sutikno Wisaksono Pr dalam khotbah Perayaan Ekaristi puncak panca windu Paroki SMTB, Sabtu, 12/12/09. Umat yang hadir sekitar 2.000 jiwa. Iring-iringan petugas Misa memasuki gedung gereja, diikuti para putra altar, lektor dan pemazmur, para imam, dan Uskup Surabaya. Para imam yang ikut perayaan antara lain...


SEMANGAT PERSAUDARAAN

Pastor Kepala Paroki Santo Yusup Jember Andreas Yudhi Wiyadi OCarm mengungkapkan, semua umat beragama perlu memupuk semangat persaudaraan, kerukunan, toleransi, solidaritas, empati, dan cinta kasih dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, termasuk dalam hubungan antarumat beragama. Sebab, semua agama mengajarkan persaudaraan antarsesama umat manusia, apa pun agama, suku, dan rasnya, etnis dan golongannya, bahasa dan status sosialnya. Persaudaraan itu sungguh indah dan sangat menyenangkan bila kita memandang setiap perbedaan sebagai kekayaan...


PESTA KELUARGA KUDUS

Para wanita Katolik ingin meneladan cara hidup keluarga kudus. Mereka yang tergabung dalam Wanita Katolik RI Cabang Lamasi, Keuskupan Agung Makassar melakukannya dengan merayakan Pesta Keluarga Kudus, akhir tahun 2009. Dalam khotbahnya, Pastor Philipus Kala’ mengimbau agar para wanita Katolik meneladan keluarga kudus. Lebih lanjut Pastor Philips melihat saat ini keluarga-keluarga sangat dipenuhi semangat memerintah. “Sangat jarang kita dengarkan seorang ayah memulai perintahnya dengan kata ‘tolong’ ketika dia menyuruh...


HIDUP BERKUALITAS

“Pilihan tempat bermain dapat menentukan kualitas hidup kita,” demikian khotbah Administrator Diosesan Keuskupan Agung Semarang, Pastor Pius Riana Prapdi Pr ketika melantik pengurus Dewan Paroki dan Prodiakon baru periode 2010-2012 di Paroki St Paulus Kleca, Surakarta. Pelantikan Dewan Pleno Paroki dan Prodiakon itu dilaksanakan pada Minggu, 27/12/09 dalam Misa bersama umat. Pelantikan itu bertepatan dengan...


(SANTO & SANTA)

St Mary Bernarda Verena Butler (1848-1924) : Menemukan Allah dalam Kemiskinan

Ia lahir di Auw, Distrik Argovia, Swiss, 28 Mei 1848. Pada hari itu juga, ia mendapat Sakramen Baptis. Ia anak keempat dari pasangan Henry dan Catherine Butler. Mary Bernarda Verena Butler namanya. Verena hadir dalam keluarga sederhana. Ia mengalami masa kanak-kanak dengan penuh kebahagiaan. Verena mulai bersekolah pada usia tujuh tahun. Dengan penuh semangat, ia menerima komuni pertama pada 16 April 1860. Kesetiaannya kepada Ekaristi, kelak menjadi dasar dari spiritualitasnya. Setelah menyelesaikan sekolah dasar pada usia 14 tahun, Verena bekerja di sebuah peternakan. Ia pun tumbuh menjadi gadis remaja. Lantaran kemolekannya, banyak pria yang jatuh hati. Namun, panggilan Tuhan terus mengiang...


(EKSPONEN)

Yusuf Mawarjoko: Memanusiakan Napi dengan Teladan

Dari atas menara pengawasan yang berdiri angkuh di tengah kompleks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Cipinang, Yusuf Mawarjoko menyapu gerak-gerik para narapidana dengan tatapan penuh awas. Jika malam beranjak pekat dan sunyi kian mencekam, ia harus meningkatkan pengawasan. Sambil menenteng senjata laras panjang, matanya mengawasi tembok-tembok penjara yang diterangi lampu sorot. Pendengarannya pun dipertajam agar bisa menangkap bunyi-bunyi yang mencurigakan. Semua itu harus dilakukan untuk mencegah narapidana yang meloloskan diri dari penjara. Setiap tiga jam sekali, ia turun dari menara pengawas dan digantikan oleh rekan seregu jaga. Yusuf melamar sebagai pegawai lapas...


(Apa dan Siapa)

Sr Huberta Sarkol PBHK: Mereka Membutuhkan Saya

Johan Honga : Tidak Ingin Terkenal

Mgr I. Suharyo Pr : Bangga Jadi Wong Bantul

Obituari : Heinrich Terfrchte OFMCap : Tampil Terdepan


(KONTAK-KONTAK)

Bermula dari Rumah

Christopher Morley menuliskan satu kalimat yang bisa jadi dibenarkan oleh banyak orang. Seandainya waktu hidup manusia di dunia tinggal tersisa lima menit untuk mengemukakan sesuatu, mungkin hampir semua telepon dan ponsel akan digunakan untuk mengucapkan kalimat: “Aku mencintaimu” atau “Aku menyayangimu”. Pernyataan Morley ini melukiskan betapa sesungguhnya ungkapan cinta dan kasih sayang dibutuhkan oleh siapapun...


(KESAKSIAN)

Perak Imamat Anak Tokoh Marapu

Malam sudah terlanjur larut. Seorang ibu tua tengah dilanda gundah gulana. Sambil menumbuk sirih pinang, ia bergumam, ”Tuhan Allah, katanya Engkau baik. Tapi, mana buktinya?” Lalu, lanjutnya, ”Norbert sudah tinggal jauh di Mataram, Cecil sudah pergi sekolah suster. Esok, Umbu Pingge mau pergi sekolah pastor. Mana untuk saya?” Sementara itu, di kamar sebelah yang hanya dibatasi dengan dinding gedhek, Umbu Pingge tengah menyiapkan segala sesuatu yang akan ia bawa. Kata-kata sang Ibu itu tertangkap dengan jelas oleh telinganya, namun ia seakan tidak mendengarnya. Tidak sedikit pun ia menanggapinya karena tak ingin suasana batin sang bunda kian mengharu biru. Yang mengherankan, menjelang fajar menyingsing, ibunya telah terjaga dan buru-buru...


(JENDELA)

PA Anak Cacat Bakti Luhur Cabang Waingapu : Mengembangkan Kemampuan Anak

Sekilas PA ini terlihat biasa saja. Baru setelah memasukinya, keistimewaan PA ini mulai kelihatan. Di sana terlihat anak-anakcacat, seperti tunarungu, tunadaksa, tunanetra, dan down syndrome. Sambil memegang sebungkus biskuit, Kornelis Tamo Ama (5) mendekati Sr Vero ALMA (40) yang sedang menggendong Kasih, bocah berumur 1,5 tahun yang menangis karena terjatuh saat berlari kecil. Sementara itu, Ferdy (9) dengan balutan baju dan celana warna oranye duduk di lantai. Sesekali dia tiduran lalu merangkak seperti anak bayi memungut remah biskuit yang jatuh dari tangan Kornelis. Sr Vero menegurnya, ”Jangan Ferdy. Itu kan kotor.” Namun, Ferdy tetap saja memungut remah itu lalu memakannya. Sejurus kemudian, Kornelis mendekati...


(MANCANEGARA)

Ribuan Seminaris Jadi Korban Gempa

Haiti diguncang gempa, Selasa, 12/1. Beberapa imam, ribuan seminaris, dan biarawan-biarawati ikut menjadi korban bencana alam ini. Ibu Kota Haiti Port-au-Prince termasuk daerah yang paling parah terkena dampak gempa. SURAT Kabar Harian Italia La Repubblica melaporkan kematian Uskup Agung Haiti, Mgr Joseph Serge Miot. Tubuhnya ditemukan di antara reruntuhan gedung kantor Keuskupan Agung Haiti. Sementara Vikaris Jenderal, Monsinyur Charles Benoit, dilaporkan hilang. Terkait dengan kondisi umat Katolik di Haiti, Duta Besar Vatikan untuk Haiti (Nunsius Haiti) Uskup Agung Bernardito Auza memberitahukan tentang kematian Uskup Agung Haiti,...


Penembak Paus Bebas

Setelah 29 tahun hidup di balik terali besi, terdakwa percobaan pembunuhan terhadap Paus Yohanes Paulus II, Mehmet Ali Agca, bebas dari penjara di Ankara, Turki, Senin, 18/1. Namun, kestabilan mentalnya masih dipertanyakan karena saat dipenjara hingga dibebaskan ia terus menyatakan dirinya sebagai “Kristus yang Abadi”. Setelah pria berusia 52 tahun ini meninggalkan penjara, pengacaranya mendistribusikan catatan tangannya selama menginap di balik bui. Dalam catatan tersebut, Mehmet Ali Agca mengatakan, akhir zaman sudah dekat dan menyebut dirinya...


(RENUNGAN HARIAN)

Yesus Mengusir Setan (karya Dr V. Indra Sanjaya Pr)

Membaca kisah ini, rasanya cukup jelas, masih ada kaitan dengan kisah sebelumnya, yaitu mukjizat meredakan angin ribut (Mrk 4,35-41). Diceritakan, Yesus sampai ke “seberang danau, di daerah orang Gerasa” (ay 1). Jika kita menyimak peta Alkitab yang biasanya terdapat pada bagian akhir Alkitab, tampak Gerasa berada di seberang Sungai Yordan di daerah Dekapolis yang termasuk daerah asing. Karena itu, kelihatannya orang yang kerasukan setan ini adalah seorang asing, bukan orang Yahudi. Kelanjutan cerita menggambarkan bagaimana orang yang kerasukan setan itu disembuhkan Yesus. Legion, nama sang setan ditransfer ke kawanan babi-babi yang ada di sana (ay 13). Babi-babi itu kemudian terjun ke dalam danau dan mati lemas di sana. Kisah ini tidak biasa. Kita tidak tahu bagaimana nasib Legion selanjutnya. Yang jelas, karena peristiwa ini, Yesus didesak meninggalkan...


(BUKU – VCD - KASET)

Karya Bapa Gereja

Tentu nama-nama seperti Agustinus, Ignatius dari Anthiokia, Athanasius, dan Gregorius sudah tidak asing di telinga kita. Riwayat hidup beberapa dari mereka tentu juga sudah cukup kita kenal. Tetapi tahukah Anda bahwa selain gelar santo, ada juga gelar pujangga Gereja? Misalnya, Santo Agustinus dari Hippo yang menemukan Allah dalam pencarian intelektualnya, atau Santo Yohanes yang disebut Chrysostomus karena kefasihannya dalam berkhotbah dan karenanya dijuluki “Si Mulut Emas”. Tetapi tahukah Anda bahwa mereka hanyalah sebagian kecil dari Bapa-bapa Gereja? Rupanya ada banyak tokoh lain yang disebut sebagai Bapa-bapa Gereja karena peran penting mereka. Bapa Gereja sendiri adalah sebutan bagi mereka yang hidup antara abad I sampai V Masehi. Mereka adalah generasi pertama dan kedua sesudah para Rasul yang memiliki peran penting dalam Gereja dan...


(MIMBAR)

Teologi “Ngalap Berkah”

Banyak cara menyambut datangnya Tahun Baru, termasuk Tahun Jawa, tanggal 1 Sura. Sangat menarik mencermati dan merenungkan cara masyarakat kita menyambut tanggal 1 Sura, yang sering disebut ritual malam 1 Sura. Orang melakukan ritual berendam (kungkum), ritual mencuci pusaka, dan “tapa bisu”. Tentu saja, orang Katolik tidak perlu lagi menyambut 1 Sura dengan kungkum, berebut air jamasan pusaka, tapa bisu, dan sejenisnya. Sebagai pengikut Yesus Kristus, semua tindakan itu tidak lagi diperlukan untuk menyambut 1 Sura. Mengapa orang Katolik tidak perlu lagi kungkum? Pertama, karena kita sudah...


(KONSULTASI IMAN)

Maria dan Yosef

Bagaimana keadaan Maria sesudah kelahiran Yesus, apakah masih istri Yosef? Apakah ada adiknya Yesus? Mengapa Maria disebut perawan? Apakah Yosef tidak melakukan hubungan suami istri setelah Yesus lahir? Mohon penjelasan.

Frans, Jayapura, 081344185xxx


(CERPEN)

Gerobak Kebahagiaan

Hidup dalam sebuah kemewahan belum tentu membuatku bahagia. Hidup dengan berbagai sarana dan fasilitas belum cukup untuk memberikan arti sebuah kebahagiaan. Selalu ada saja yang terasa kurang. Sampai-sampai suatu ketika, aku menemukan makna dari sebuah kebahagiaan. ”Woi, apa yang lo liat? Lurus dong, lo gak mau kan kalo kita berdua mati di sini! Gua kan belum married!” teriak seorang teman tepat di telinga kananku. Untung, aku tidak kaget sehingga motor yang kukendarai...


(JELAJAH ARSITEKTURA)

Gereja Maria Assumpta Pakem : Bunda Maria “Ndeso” di Kaki Merapi

Bentuk Gereja Katolik Maria Assumpta, Pakem, Sleman, Yogyakarta, tak terlalu istimewa, sederhana seperti rumah kampung biasa. Di dalamnya bersemayam patung Bunda Maria dengan wajah khas wanita pedesaan dari lereng Gunung Merapi. Jika kita berwisata ke Kaliurang di lereng selatan Gunung Merapi, lima kilometer menjelang tempat itu, kita akan menjumpai sebuah bangunan gereja kecil di kawasan Pakem. Udara di kawasan Pakem, yang letaknya di kaki Gunung Merapi, sejuk dengan suasana pedesaan dan pertanian yang tenteram. Gereja Pakem yang berada persis di pinggir jalan raya Yogya-Kaliurang ini memang tak terlalu besar, kira-kira hanya bisa menampung 500 orang. Gereja ini diresmikan penggunaannya oleh...


(KONSULTASI KELUARGA)

Meminta dan Memberi Maaf

Sabtu, 9 Januari 2010 adalah hari penting bagi WE (27) dan T0 (30). Di pagi yang basah oleh guyuran hujan lebat itu, WE bertandang ke rumah TA, yang selama empat bulan telah “mendiamkan” dirinya karena suatu persoalan. TO merasa WE telah mengkhianati janji, sedangkan WE merasa TA telah mendiskreditkan dan menindas dirinya. Perjumpaan dua sahabat itu pada menit-menit awal berlangsung penuh ketegangan. Mereka duduk mematung di ruang tamu, seperti dua musuh bebuyutan yang saling bertahan beradu “diam” untuk mengukuhkan formasi kebenarannya masing-masing. Beberapa saat kemudian, keduanya berdiri, perlahan bergerak saling mendekati, dan… akhirnya dua insan yang sama-sama menanggung luka hati itu saling berpeluk erat. Isak tangis mereka meledak...


(TEROPONG)

Paus dan Warisan Alam (karya Djamester Simarmata)

Sungguh satu kesempatan yang saling bertepatan bahwa pada hari Natal tahun 2009, Paus Benediktus XVI mengingatkan umat manusia untuk mengubah cara kehidupan sehingga dapat menyelamatkan planet bumi ini. Sebelumnya telah berlangsung konferensi lingkungan hidup yang ternyata tidak dapat memberi hasil spektakuler seperti diharapkan. Masih ada perbedaan tentang bagaimana cara dan alokasi kewajiban berbagai pihak pada pengurangan efek negatif dari pemanasan global. Di sisi lain orang melihat banyaknya distorsi iklim dengan frekuensi yang meningkat sehingga mengkhawatirkan semua orang. Peringatan tentang lingkungan hidup telah dikeluarkan dalam beberapa ensiklik Paus terdahulu seperti Centesimus Annus, tetapi juga tercantum pada ensiklik Paus Benediktus XVI, Caritas in Veritate. Dalam kehidupan manusia zaman sekarang, sering...


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

eXTReMe Tracker

Popular Posts

Majalah HIDUP Terbaru

"Belarasa Gereja bagi Petani"
EDISI 25, Minggu 20 Juni 2010
Lihat daftar isi
EDISI MINGGU SEBELUMNYA
"Pendidikan Vokasi"
EDISI 24, Minggu 13 Juni 2010
"50 Tahun Atma Jaya Jakarta"
EDISI 23, Minggu 06 Juni 2010
"Panggilan Imam di Flores"
EDISI 22, Minggu 30 Mei 2010
"UU Penodaan Agama"
EDISI 21, Minggu 23 Mei 2010
"Buku vs Dunia Maya"
EDISI 20, Minggu 16 Mei 2010
• Alamat Redaksi Jl. Kebon Jeruk Raya No. 85, Batusari Jakarta 11530 (Kotak Pos 2197 Jakarta 10021), Telp. (021) 5491537, 5308471, 5490546, Fax. (021) 5485737, e-mail: hidup@indo.net.id • Alamat Tata Usaha/Sirkulasi/Iklan Jl. Katedral No.5 Jakarta Pusat 10710, Telp. (021) 2314403/3520214/3454159/3857859 (Iklan), Fax. (021) 3451381, e-mail: hidup@centrin.net.id • Informasi Liputan Kirim ke Fax: 021-5485737, e-mail: hidup@indo.net.id • Bank BRI Cabang Jakarta Veteran, No. Rek. 0329-01-000616-30-8 atas nama Majalah Mingguan HIDUP • Bank Mandiri Cabang Gambir, No. Rek.119-0080000050 atas nama Majalah Mingguan HIDUP • BCA Cabang Pintu Air, No. Rek. 106-300046-2, atas nama Yayasan HIDUP Katolik • Rekening Dinas Giro dan Cek Pos No. A128.18

Majalah HIDUP Tersedia di Toko-toko berikut ini: