Edisi No 24, Tanggal 13 Juni 2010: Pendidikan Vokasi

Dalam pendidikan di negeri ini, pendidikan vokasi/kejuruan yang dulunya menjadi andalan masyarakat, kini malah dianggap sebagai pendidikan kelas dua. Nah bagaimana peran Gereja Katolik? Dalam Lokakarya Nasional Pendidikan Vokasi di Sawangan, Jawa Barat, akhir Mei ini, Gereja tetap menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan mutu pendidikan kejuruan, bahkan telah membentuk yayasan yang akan mencermatinya. Nyatanya kebutuhan akan sekolah kejujuan, seperti ATMI, SMK Pangudi Luhur, Akademi Sekretari Tarakanita sangat besar, terutama bagi industri besar. Terlebih pendidikan jenis ini kan meningkatkan kewirausahaan masyarakat.

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):

Dua Prestasi dari Pendidikan Vokasi

Wakil Presiden PT Astra International Tbk, F.X. Sri Martono (59), mengungkapkan, pendidikan vokasi yang pernah dienyamnya laksana kisah film ”Ramen Girl”. Sri Martono merupakan lulusan Akademi Teknik Mesin Indonesia (ATMI) Kolese Mikael Solo, Jawa Tengah. Di lembaga ini, ia tak hanya diajari bagaimana menjadi mekanik tetapi juga bagaimana dirinya dibentuk. ”Yang saya peroleh dari ATMI tidak hanya kecerdasan intelektual tetapi juga kecerdasan mental,” tandasnya.

Hajatan MNPK, MPK-KAJ, dan PAPKI

Bank CIMB Niaga membutuhkan sekretaris lulusan Akademi Sekretari Tarakanita, dengan persyaratan: penampilan menarik/supel, mampu mengaplikasikan program komputer, berkemampuan administrasi dan korespondensi… PT Kao Indonesia Chemicals membutuhkan sekretaris dengan kriteria lulusan D3 Tarakanita Jurusan Sekretaris, lancar berbahasa Inggris, mampu mengoperasikan komputer, memiliki motivasi dan kepribadian menarik.

SMK PL Muntilan

Stefanus Herry Christanto Wibowo (16) senang mendulang ilmu dan keterampilan di Jurusan Teknik Otomotif SMK Pangudi Luhur Muntilan, Jawa Tengah. ”Saya ingin seperti keluarga papa yang membuka usaha variasi motor dan mobil,” ujarnya. Seperti Stefanus, menurut Ketua Kompetensi Keahlian SMK PL Muntilan, Y. Prastyo Budi R. SPd, pada umumnya lulusan SMK PL memang segera memasuki dunia kerja.

Vokasi: Pendidikan Kelas Dua

Seringkali pendidikan vokasi dianggap pendidikan kelas dua. Bagaimana perhatian Gereja terhadap kondisi tersebut? Berikut ini petikan wawancara HIDUP dengan Ketua Komisi Pendidikan Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr Aloysius Sudarso SCJ, pada Lokakarya Nasional Pendidikan Vokasi, di Sawangan, Bogor, 28-30 Mei 2010:

BEBERAPA KUTIPAN-KUTIPAN ISI MAJALAH:

(TAJUK)

Vokasi

Pendidikan vokasi terkadang (dahulu) disebut pendidikan kejuruan, keterampilan, atau praktis. Sekarang, disebut pendidikan dan sekolah vokasi. Sebuah proses evolusi yang menarik. Pergantian nama tentu merupakan perkembangan yang alamiah dan bisa terjadi untuk hampir apa saja yang ada di atas permukaan bumi.

(KABAR JAKARTA)

Konser Syukur Pastor A. Soetanto SJ

Konser Syukur 42 Tahun Pastor A. Soetanto SJ yang berkarya di jalur musik liturgi, dan 32 Tahun Paduan Suara Ascensio, digelar di hadapan sekitar 800 penonton yang memadati Aula Yustinus Unika Atma Jaya, Jakarta, Jumat, 28/5. Konser yang menyajikan lagu-lagu gubahan Pastor Tanto ini, menampilkan 10 kelompok paduan suara dari kalangan Katolik dan Kristen.

Gua Maria Baru

Umat Paroki St Yakobus Kelapa Gading memiliki gua Maria baru. Gua Maria Bunda Segala Bangsa ini diresmikan dan diberkati Kepala Paroki St Yakobus, Pastor Antonius Gunardi MSF, pada perayaan Maria bertemu Elizabet, Senin, 31/5.

Tiga Juara Untuk SMA Recis

Tiga siswi SMA Regina Pacis Jakarta Barat berhasil menyabet Juara I, II, dan III Lomba Resensi Booklet “Pantang Pulang Sebelum Padam”. Penyerahan hadiah lomba yang diprakarsai Yayasan Nabil (Nation Building) ini, dilakukan di aula SMA Regina Pacis, Jumat, 4/6, oleh Ketua Yayasan Nabil Eddie Lembong.

Untuk Kemudahan Ziarah

Biro Jasa Perjalanan dan Pariwisata PT Raptim Tours dan PT Asuransi Jiwasraya secara resmi memulai program kerjasamanya. Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim dan Direktur Utama PT Raptim Tours Piet A. Tarappa menandatangani Surat Perjanjian Kerjasama di Gedung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Cikini, Jakarta Pusat, Rabu, 19/5. Program kerjasama ini dilakukan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan ziarah bagi umat Katolik.

Meriahnya HUT ke-86 Strada

Perkumpulan Strada Bhakti Utama merayakan hari ulang tahun ke-86, Senin, 24/5. Murid-murid TK, SD, dan SMP Strada Bhakti Utama yang kompleks sekolahnya berlokasi di wilayah Pesanggrahan Jakarta Selatan, merayakannya dengan meriah. Para murid merayakannya sambil duduk lesehan di halaman sekolah beralaskan koran.

(VARIA KOMUNITAS)

Ziarah Rohani ke Kota Suci

Melihat dengan mata kepala sendiri jejak-jejak kehidupan Yesus di Kota Yerusalem dan sekitarnya adalah impian banyak orang Kristiani. Rita Mardji adalah salah satu dari sekian banyak orang yang baru-baru ini menjejakkan kakinya di Tanah Suci tersebut. Bersama suaminya Kepong Citra Jaya, ia dan rekan-rekannya dari Sunter (Jakarta Utara), Bandung (Jawa Barat), Palembang (Sumatera Selatan) merasakan pengalaman rohani tak terlupakan saat mengadakan ziarah ke sana.

(NUSANTARA)

Bersama Menggali Kekayaan Iman

Keberagaman di Indonesia merupakan realitas keberadaan masyarakat yang tak dapat dipungkiri. Untuk meresapi makna keberagaman itu, mahasiswa-mahasiswi Katolik dari Fakultas Kedokteran Gigi, UGM Yogyakarta melakukan kunjungan dan sharing ke sejumlah komunitas Non-Kristiani di Yogyakarta.

Jalan Untuk Sehat

Keluarga besar Panti Rehabilitasi Harapan Jaya, Pematang Siantar, melakukan long march, Minggu, 16/5. Sejak pagi, para pasien dan karyawan panti itu sudah bersiap mengemas baju, makanan ringan, dan tak ketinggalan sepatu yang akan dipakai untuk melakukan perjalanan ini.

Beri Perhatian Kepada Keluarga

Uskup Maumere Mgr Gerulfus Kherubim Pareira SVD, mengajak para petugas pastoral dan umat untuk memberikan perhatian secara khusus pada kehidupan keluarga. Sebab, menurutnya, keluarga merupakan dasar persekutuan hidup bersama di mana pendidikan dan kesejatian hidup manusia tumbuh dan berkembang. Ia menyampaikannya dalam pertemuan dengan para pastor di Aula Keuskupan Maumere, Flores, NTT, Sabtu, 22/5.

MENYEGARKAN IMAN YANG GERSANG

Untuk menyuburkan kembali iman yang gersang karena kesibukan Jakarta, Keluarga Mahasiswa Katolik Univ. Prof Dr Moestopo Beragama Jakarta mengikuti ziarah dan rekoleksi ke Gua Maria Tritis Yogyakarta, Jumat-Minggu, 21-23/5. Para mahasiswa diajak menulis kembali sejarah hidup mereka masing-masing.

SUKSESNYA CU PANCURAN HIDUP

Sebanyak 40 ibu pedagang dan ibu rumah tangga mengikuti kursus dasar CU Pancuran Hidup Stasi Santa Lusia Rumbai Paroki Labo Baru Pakan Baru, Minggu, 9/5. Peserta begitu antusias mendengarkan pembicara, Nikasia Sihombing yang juga Ketua CU Pancuran Hidup.

WASPADAI BAHAYA PORNOGRAFI

Uskup emeritus Keuskupan Agung Medan, Mgr Pius Datubara OFMCap mengingatkan dampak negatif dunia informatika. “Akses terhadap internet begitu mudah saat ini. Kalau tidak mampu mengendalikan diri, kaum muda bahkan juga kaum tua, bisa keasyikan melihat hal-hal yang tidak semestinya ditonton, seperti hal-hal yang bersifat porno!”

KEMBANGKAN PAGUYUBAN LEKTOR

Paguyuban lektor di tingkat paroki perlu dikembangkan di kevikepan, atau bahkan sampai tingkat keuskupan. Sehingga Kitab Suci bisa benar-benar menjadi roh paguyuban ini.

PERAK UNTUK PUTRA NIRMALA

Sekolah-sekolah Katolik Putra Nirmala Cirebon yang terdiri dari unit TK sampai SMA merayakan HUT ke-25. Untuk pesta perak ini, panitia menggelar banyak kegiatan dan puncaknya Ekaristi dipimpin Uskup Bandung, Mgr Johannes Pujasumarta.

PASTOR HARJONO PR MENINGGAL

Minggu, 23/5, seperti biasa, umat Paroki Maria Bunda Segala Bangsa, Cileungsi, Bogor, mengikuti perayaan Ekaristi. Tapi di tengah perayaan, mereka terkejut karena Pastor Yoseph Harjono Pr yang memimpin Misa, mendadak jatuh pingsan.

MENGKADER DIRIGEN

Pastor Karl-Edmund Prier SJ dan Paul Widyawan menggoyang Auditorium Universitas Widya Mandala Madiun dalam acara pelatihan dirigen, Sabtu-Minggu, 22-23/5. Teknik-teknik menyanyikan lagu dengan baik dan cara memberi aba-aba secara baik dan benar dengan praktik langsung, memberi pemahaman baru bagi peserta pelatihan.

(SANTO & SANTA)

St Karolus Lwanga : Pelayan Istana Jadi Martir

Kekristenan masih merupakan hal baru di Uganda, Afrika, ketika misi Katolik dimulai di sana pada 1879. St Karolus Lwanga, adalah pelayan istana raja menjadi martir bersama 22 pengikutnya.

(EKSPONEN)

Sr M. Magdalena Sukiyem PMY : Pendidik Anak yang Miskin Bahasa

Hatinya gundah tatkala melihat puluhan anak cacat berkeliaran di jalan raya. Tak berselang lama, Sukiyem mengundurkan diri sebagai guru sekolah Taman Kanak-kanak terkenal di Semarang. ”Saya ingin mendidik anak-anak cacat!” tegasnya. Maria Magdalena Sukiyem pun mulai mengemas kegiatan yang cocok bagi para penyandang cacat. Sukiyem mulai mencari celah. Ternyata, tak mudah mendekati anak-anak cacat di jalanan. “Anak-anak itu sengaja dimanfaatkan untuk mengemis di jalanan,” kisahnya.

(APA DAN SIAPA)

Sr Myria OSF : Pesan Magdalena Damen

Lech Walesa : Pilih Tinggal di Kotagede

Mgr H.J.S. Pandoyoputro OCarm : Berbenturan Acara

Fransisca Romana : Deg-degan di Thailand

(KONSULTASI IMAN)

Trinitas dalam Al-Qur’an (Oleh Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM)

Kakak sulung saya, yang beragama Islam, mengatakan bahwa Al-Qur’an menentang ajaran Trinitas, yaitu Allah, Isa dan Maryam. Mengapa Maryam dimasukkan dalam Trinitas. Bagaimana memberi gambaran tentang ajaran Trinitas kepada kakak saya? Mohon penjelasan Romo.

Rahmat Mulyono, Jombang

(MIMBAR)

Adakah Kevakuman Hukum Bagi Yayasan Pendidikan?

Pembatalan UU No 9/2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (BHP) oleh Mahkamah Konstitusi disambut baik para penyelenggara Yayasan Pendidikan, karena mereka dapat memperoleh kembali hak-hak historis dan konstitusional mereka yang dijamin Undang-Undang Dasar RI 1945. Namun timbul wacana baru yang mengatakan bahwa dengan pembatalan UU No 9/2009 tentang BHP tersebut berimplikasi ada kevakuman hukum bagi Yayasan (swasta) untuk menyelenggarakan pendidikan dasar, menengah dan tinggi.

(KESAKSIAN)

Di Antara Sungai dan Padang Savana

Ketika Yulius Luli CSsR (62) ditahbiskan menjadi imam di Sumba NTT, 34 tahun lalu, kondisi transportasi di Pulau Marapu itu masih sangat minim. Beberapa daerah hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau menunggang kuda. Ketika bertugas sebagai pastor pembantu di Paroki St Mikael, Elopada, Sumba Barat Daya (1977-1985) misalnya, stasi-stasi di paroki ini cukup jauh dari pusat paroki. Pastor Yulius menyebut dua stasi yang tergolong sulit dijangkau, yakni Stasi Ronda Dikira dan Stasi Wee Kamura di kaki Gunung Yawila.

(MIMBAR)

Pertobatan Para Pemungut Cukai

Kisah para pemungut cukai dari zaman Yesus sampai sekarang selalu sama. Mereka ditampilkan sebagai orang kaya. Pada zaman Yesus, ada kisah Lewi pemungut cukai mengikuti Yesus (Lukas 5: 27-32, Markus 2: 13-17), ada pula kisah Zakheus, si orang pendek (Lukas 19: 1-10). Keduanya orang kaya yang menjamu Yesus di rumah masing-masing. Pada zaman sekarang, stempel pemungut cukai sebagai orang kaya pun tak lekang dimakan waktu. Hidup para pemungut cukai itu serba wah.

Transformasi Kristologi – Trinitas Menerobos Zaman Baru

Wacana tentang Kristologi, terutama Trinitas, bukan masalah baru yang tampil belakangan ini. Sudah sejak zaman para Bapa Gereja awal, masalah Trinitas mewarnai pergolakan dalam tubuh Gereja sendiri. Rumusan-rumusan tentang Trinitas itu tidak lain adalah untuk menjelaskan iman Kristen terhadap suatu budaya tertentu dalam zaman tertentu pula.

(MANCANEGARA)

Vatikan Kutuk Serangan Israel

Juru Bicara Vatikan, Pastor Frederico Lombardi, Senin, 31/5, mengutuk serangan Israel terhadap kapal misi kemanusiaan yang akan mengirimkan bantuan ke Palestina. Hal ini diungkapkan segera setelah pasukan militer Israel menyerang kapal misi kemanusiaan yang akan mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang tinggal di Jalur Gaza.

Perlu Intervensi Pemimpin Agama

Intervensi para pemimpin agama diperlukan agar dapat mendorong timbulnya solusi damai di Thailand dan mencegah terjadinya perang sipil di negara tersebut. Hal ini dikatakan Presiden Konferensi Para Uskup Thailand Uskup Agung Thare dan Nonseng Mgr Louis Chamniern di Bangkok, Thailand, Selasa, 18/5. Menurutnya, dalam kehidupan sehari-hari, para pemimpin dari berbagai agama di Thailand seperti Budha, Kristen, dan Muslim mempunyai posisi kuat, kredibilitas, dan mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat.

Uskup Witbank Berkati Stadion Piala Dunia

Uskup Witbank, Afrika Selatan, Mgr Giuseppe Sandri memberkati Stadion Mbombela, di Neilspruit, Afrika Selatan, Selasa, 24/5. Uskup yang baru saja ditahbiskan ini memberkati stadion yang berkapasitas 43.000 tempat duduk. Hal ini dilakukan untuk mempromosikan kehadiran dan dukungan Gereja Katolik atas terselenggaranya piala dunia di Afrika Selatan. Stadion ini akan digunakan sebagai tempat pertandingan sepakbola pertama dan kedua kali.

(RENUNGAN HARIAN)

Membiarkan dan Melawan (Oleh : Deshi Ramadhani SJ)

Jika Anda melihat seseorang sedang dikeroyok, akankah Anda membiarkannya saja? Anda ingin membela, tetapi itu berarti bahwa Anda harus siap melawan para pengeroyok yang mungkin akan melukai Anda. Haruskah Anda melawan? Atau, jika Anda melihat anak Anda ditampar oleh guru yang galak, akankah Anda membiarkannya, atau justru melawan guru itu demi membela anak Anda? Bila Anda melihat pedagang kaki lima yang sedang ditertibkan, akankah Anda melawan?

(BUKU – VCD – KASET )

Di Bening Matanya Ada Surga

Seringkali kita bertanya dan bahkan ditanya, di manakah surga itu berada? Apakah di langit tingkat tujuh? Kapan kita akan merasakannya? Apakah setelah meninggal? Pertanyaan itu akan terjawab apabila kita membaca buku Ada Surga di Bening Matanya, buah ketekunan F. Rudi D. Wibawa dan Theo Riyanto. Buku ini mengajak kita untuk menelusuri betapa indahnya surga.

Penggalan Kisah Para Aktivis

Mengapa memoar? Karena memoar bukan fiksi, tapi juga bukan sejarah ketat. Memoar adalah kenangan sejarah atau catatan peristiwa masa lalu dengan sudut pandang baru yang memberi inspirasi dan motivasi. Apakah yang terpikirkan ketika membaca buku dengan sub judul, Memoar Alumni Pemuda Katolik (Rangkaian Pengalaman dan Refleksi)? Buku ini tidak hanya sekadar memoar bagi para aktivis Pemuda Katolik pada kurun waktu 1950–1970. Buku ini juga kental dengan pijakan sejarah.

(JENDELA)

Paroki St Bartolomeus Taman Galaksi : Menuju Paroki yang Misioner

Menyambut Sanbarto Open 2010, panitia mengumpulkan para utusan Orang Muda Katolik (OMK) dari wilayah-wilayah Paroki St Bartolomeus Taman Galaksi Bekasi Selatan untuk menyusun acara pertandingan olahraga. Kegiatan berlangsung di Lantai III Gedung Karya Pastoral Paroki Sanbarto yang terletak di samping kanan Gereja St Bartolomeus, Minggu siang, 6/6. Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 OMK dari 18 wilayah. Semua 20 wilayah. Antara panitia dan peserta terlihat komunikasi yang aktif.

(CERPEN)

Firasat Kematian (Oleh : Justinus Juadi)

Senja di Yogyakarta. Tak sengaja kulihat dua orang memasang kain kafan pada peti mati. Anehnya, suasana sepi. Tanpa pelayat. Di bola mataku terlihat jelas sebuah kematian. Kapan? Siapa? Aku pun tak tahu! Tubuhku bergetar di atas motor.

(JENDELA)

TAHUN IMAM :

Ordo Saudara Dina Conventual (OFMConv) : Fraternitas, Minoritas dan Konventualitas

Santo Fransiskus Assisi berbalik dari cara hidupnya setelah mengalami beberapa sapaan Allah. DI kota Spoleto (40 km selatan Assisi) Fransiskus bermimpi. Dalam mimpi ia mendengar suara ”Manakah yang lebih mulia, mengabdi kepada tuan atau kepada hamba?” Mendengar perkataan itu Fransiskus menjawab ”tuan” dan ia bertanya, ”Tuhan, apa yang Kau kehendaki aku perbuat?”

(KONSULTASI KELUARGA)

Pengasuhan Double Bind (Oleh : H.M.E. Widiyatmadi)

Salam sejahtera. Perkenalkan, saya ibu rumah tangga, dengan dua anak (yang sulung, perempuan usia 8 dan si bungsu, laki-laki usia 6 tahun). Sudah beberapa waktu ini saya merasa kewalahan menghadapi sikap dan perilaku bungsu saya. Dia temperamental, bila marah suka membanting barang; terutama perkakas pecah belah. Sedikit saja kecewa, dia ngambek, uring-uringan, dan marah pada saya, kakaknya dan pembantu. Kalau saya tegur, dia selalu balik menuding saya dan berteriak:”Mama jahat…!!, Aku benci kamu!!”, Nanti kubilang ke papa…!!”.

(TEROPONG)

Lepas Jubah (Oleh : Ignatius Haryanto)

Saya tak ingat berapa orang berjubah yang saya kenal, lalu menanggalkan jubahnya dalam dua puluh tahun terakhir ini. Saya tak pernah menghitung. Orang berjubah di sini, adalah para imam, para romo. Beberapa yang saya kenal adalah romo paroki, penulis buku, penggiat karya sosial, dan lain-lain. Alasan untuk menanggalkan jubah pun tak selalu saya tahu. Ada banyak isu, tapi saya acuh dengan isu-isu itu.

SUPLEMEN JEJAK

Pengantar

Persekolahan Santo Aloysius Bandung pada tahun 2010 ini genap berusia 80 tahun. Persekolahan yang mengasuh sekolah dari tingkat Pra TK, TK, SD, SMP, hingga SMA di tiga lokasi, yakni Trunojoyo-Sultan Agung, Sukajadi, dan Batununggal ini telah menjadi sebuah sekolah favorit dan unggulan di ibu kota Jawa Barat itu. Yang menarik, selama 80 tahun ini, Persekolahan St Aloysius telah berganti “tiga pengelola”.

80 Tahun Persekolahan St Aloysius Bandung: Selangkah Lebih Depan

“Ketika orang lain tidur, kita harus bangun; Ketika orang lain bangun, kita harus berdiri; Ketika orang lain berdiri, kita harus berjalan; Ketika orang lain berjalan, kita harus berlari; Dan ketika orang lain berlari, kita harus terbang.” Kurang lebih seperti itulah semangat para pengurus Yayasan Mardiwijana Bandung-Satya Winaya yang mengasuh Persekolahan St Aloysius Bandung. Semangat itu juga diluberkan kepada para pengajar dan karyawan Persekolahan St Aloysius agar berhasil dalam mendampingi para siswa.

Mengubah dari Dalam

Persekolahan St Aloysius mulai memasuki “babak baru” ketika Uskup Bandung Mgr Alexander Djajasiswaja mengangkat pengurus baru Yayasan Mardiwijana Bandung – Satya Winaya pada 1 Juli 2002. Perkembangan pun merebak ke mana-mana. Dalam kepengurusan baru tersebut diangkat seorang awam menjadi ketua Yayasan. Dia adalah Ir Sherly Iliana MBA, MM. Sosok Sherly membawa suasana baru dalam pembenahan Persekolahan St Aloysius Bandung. Sherly yang lulusan SMA St Aloysius ini memang memiliki perhatian yang besar terhadap dunia pendidikan.

Sekuat Trunojoyo dan Sultan Agung

Sekolah St Aloysius Trunojoyo – Sultan Agung adalah tonggak Persekolahan St Aloysius Bandung. Dari sinilah Persekolahan St Aloysius bermula dan berkembang. Sekalipun dimakan usia, banyak hal tidak berubah, seperti penanaman nilai-nilai hidup dan bangunan yang telah masuk dalam Bandung Heritage.

Bukan Sekadar Batu Penjuru

Perkembangan kebutuhan adanya sekolah di Bandung Selatan mendorong Pastor Henk van Iperen OSC membuka TK St Aloysius di Jl. Batununggal Indah II/30 Bandung, pada 1995. Setahun berselang, 1996, SD St Yusuf I Batununggal mulai beroperasi dengan menggunakan ruang TK St Aloysius Batununggal. Sementara itu, pembangunan gedung SD St Yusuf I Batununggal dan SMP St Aloysius Batununggal dimulai. Pertengahan 1997, SD St Yusuf I Batununggal telah menempati gedung baru.

Aloysius di Bandung Utara

Persekolahan St Aloysius Bandung generasi kedua adalah Sekolah St Aloysius Sukajadi di Bandung Utara. Di kawasan ini, suasana bisnis menonjol. Ketua Yayasan Mardiwijana Bandung – Satya Winaya kala itu, Pastor Henricus van Iperen OSC, mengamati dan memperhatikan situasi yang terjadi di Kota Bandung. Ia merasa perlu menghadirkan Sekolah St Aloysius di Bandung Utara. Cita-cita ini terwujud pada dekade 1980-an.

Meraih Emas Olimpiade Sains

Tiada masa yang lebih indah selain ketika masih duduk di bangku sekolah. Terlebih bagi mereka yang memilih bersekolah di Persekolahan St Aloysius Bandung. Berseminya cita dan cinta, serta mengukir prestasi sering muncul di sekolah ini. Mendengar Persekolahan St Aloysius, kita lalu teringat akan halaman sekolah yang luas, pepohonan nan rindang, ruang-ruang kelas dan laboratorium, lapangan sepakbola, serta kolam renang. Tempat-tempat itu menjadi saksi bisu tentang anak bangsa yang tengah menimba ilmu, membina persahabatan, meneguhkan iman di persekolahan asuhan Yayasan Mardiwijana Bandung – Satya Winaya.

Santo Pelindung Aloysius Gonzaga

Aloysius Gonzaga, seorang santo muda usia, dijadikan pelindung Persekolahan St Aloysius Bandung. Siapakah dia? Aloysius lahir sebagai anak sulung keluarga Castiglione di Italia pada 9 Maret 1568. Pada usia 16 tahun, Aloysius memutuskan untuk masuk Serikat Yesus, tetapi ia ditolak dengan alasan masih terlalu muda. Tahun berikutnya, ia masih belum diperbolehkan untuk bergabung. Akhirnya, dia masuk novisiat SJ pada 25 November 1585.

Membina Mental dan Spiritual

Kepribadian merupakan salah satu bentuk pembinaan yang diberikan oleh Persekolahan St Aloysius Bandung kepada para siswanya. Siswa dibentuk untuk menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas secara emosional dan sosial. Beberapa wadah yang mengembangkan kepribadian dan sosialitas itu antara lain Gambung, live-in, bakti sosial, retret dan Kenclengan. Pembinaan mental dan spiritual para siswa menjadi bagian yang tidak terpisahkandalam pendidikan di Persekolahan St Aloysius. Sadar akan hal ini, ketua yayasan saat itu Pastor Henk van Iperen OSC memprakarsai lahirnya Pusat Pelatihan St Aloysius di Gambung, Ciwidey.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

eXTReMe Tracker

Popular Posts

Majalah HIDUP Terbaru

"Belarasa Gereja bagi Petani"
EDISI 25, Minggu 20 Juni 2010
Lihat daftar isi
EDISI MINGGU SEBELUMNYA
"Pendidikan Vokasi"
EDISI 24, Minggu 13 Juni 2010
"50 Tahun Atma Jaya Jakarta"
EDISI 23, Minggu 06 Juni 2010
"Panggilan Imam di Flores"
EDISI 22, Minggu 30 Mei 2010
"UU Penodaan Agama"
EDISI 21, Minggu 23 Mei 2010
"Buku vs Dunia Maya"
EDISI 20, Minggu 16 Mei 2010
• Alamat Redaksi Jl. Kebon Jeruk Raya No. 85, Batusari Jakarta 11530 (Kotak Pos 2197 Jakarta 10021), Telp. (021) 5491537, 5308471, 5490546, Fax. (021) 5485737, e-mail: hidup@indo.net.id • Alamat Tata Usaha/Sirkulasi/Iklan Jl. Katedral No.5 Jakarta Pusat 10710, Telp. (021) 2314403/3520214/3454159/3857859 (Iklan), Fax. (021) 3451381, e-mail: hidup@centrin.net.id • Informasi Liputan Kirim ke Fax: 021-5485737, e-mail: hidup@indo.net.id • Bank BRI Cabang Jakarta Veteran, No. Rek. 0329-01-000616-30-8 atas nama Majalah Mingguan HIDUP • Bank Mandiri Cabang Gambir, No. Rek.119-0080000050 atas nama Majalah Mingguan HIDUP • BCA Cabang Pintu Air, No. Rek. 106-300046-2, atas nama Yayasan HIDUP Katolik • Rekening Dinas Giro dan Cek Pos No. A128.18

Majalah HIDUP Tersedia di Toko-toko berikut ini: