Edisi 28

Piala dunia 2010 berlangsung di Afrika Selatan, sejak awal Juni lalu. Perhelatan akbar dunia ini sungguh menyedot perhatian para penggila sepakbola, sekaligus ajang bisnis di berbagai bidang, termasuk seks komersialnya. Lalu apa hubungannya dengan Gereja Katolik di Afrika Selatan? Ternyata Gereja Katolik di sana menunjukkan kepeduliannya terhadap pesta bola dunia ini, yakni dengan memberkati stadion yang digunakan sebagai ajang laga. Gereja juga peduli terhadap persoalan-persoalan kemanusiaan, seperti para korban perdagangan manusia, penculikan, pemerkosaan, dsb. Ada pastor Indonesia di Zambia Afrika yang memanfaatkan sepakbola sebagai sarana pewartaan.

KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):
Gereja dan Bola Negeri Pelangi
Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan menyimpan banyak masalah moral, ekonomi, dan politik. Prostitusi, pemerkosaan, jurang masyarakat kaya-miskin, dan isu politik rasial mewarnai pesta bola kaki sejagat ini. Sejak 16 Juni 2010 hingga 16 Juli 2010, Afrika Selatan atau kerap disebut “Negeri Pelangi” berhiaskan beribu warna. Bendera 32 kesebelasan negara peserta Piala Dunia 2010 tersebar di negara Nelson Mandela ini.

Halala Bafana!
Uskup Agung Durban, Afrika Selatan, Kardinal Wilfrid Napier OFM (69), meminta umat Katolik menyambut dan mengambil makna dari Piala Dunia. Dia mengulurkan doa-doanya, terutama bagi tim Afrika Selatan yang berjuluk “Bafana-Bafana” pada Jumat, 11/6.

Fakta di Balik Piala Dunia
Kesehatan
• Satu anak diperkosa setiap menit
• 40.000 pekerja seks komersial
• 1/3 wanita usia 25-29 tahun positif HIV dan 40 % pria berusia 20-29 tahun terinfeksi virus HIV.

Menggereja Lewat Bola
Pastor Wendefredus Natun SVD, asal Indonesia, mendekati kaum muda di Paroki Mwandi Keuskupan Livingstone, Zambia lewat sepakbola. Olahraga, terutama sepakbola menjadi wadah evangelisasi baru di Afrika. Hal ini menjadi mungkin karena atmosfer sepakbola, khususnya Piala Dunia 2010 begitu kental di “Benua Hitam” ini.

Dari Afrika untuk Dunia
Tema Sinode II Uskup-uskup Afrika pada Oktober 2009 di Roma adalah Gereja demi Pelayanan Rekonsiliasi, Perdamaian, dan Keadilan. Paus Benediktus XVI mengikuti Sinode II ini. Saya akui ada beberapa hal penting­ dalam Sinode I yang belum direalisasi, misalkan tentang inkulturasi yang belum memberikan buah yang memuaskan di bidang pastoral. Karena itu, dia menjadi salah satu proposisi atau tema diskusi dalam Sinode II (proposisi no 3).

BEBERAPA KUTIPAN-KUTIPAN ISI MAJALAH:
(TAJUK)
Piala Dunia
Dimanakah hubungan Piala Sepak Bola Dunia dengan iman dan umat Katolik. Sulit dicari hubungannya. Mencari keterkaitan keduanya selalu akan terkesan mengada-ada. Kecuali bahwa beberapa pemain atau pelatih sepak bola kerap membuat tanda salib, hubungan keduanya sulit ditarik. Yang pertama, adalah dunia permainan yang sifatnya fisik; yang kedua, dunia spiritual yang terkesan serius kepercayaan pada yang ‘tidak terlihat’.


(KABAR JAKARTA)
Pergantian Uskup Agung Jakarta
Senin, 28/6, pukul 12.00 waktu Kota Roma, Italia atau pukul 17.00 WIB, Paus Benediktus XVI telah mengabulkan pengunduran diri Julius Kardinal Darmaatmadja SJ sebagai Uskup Agung Jakarta. Pada saat bersamaan, Mgr Ignatius Suharyo menjadi Uskup Agung Jakarta.


Optimalkan Potensi Anak
Perlu melihat potensi anak, untuk selanjutnya mengembangkannya secara optimal demi masa depan mereka. Demikian pesan dua psikolog Universitas Indonesia, Prof Dr Sarlito Wirawan dan Dr Niniek L. Karim kepada para orangtua dan guru.


Bersama Atasi Masalah Sosial
Berbagai organisasi kepemudaan lintas agama bekerjasama atasi masalah sosial. Organisasi kepemudaan lintas agama terdiri dari Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Jakarta, Gemaku (Generasi Muda Khonghucu Indonesia), Gemahbudhi (Generasi Muda Buddhis Indonesia), IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama), Peradah (Perhimpunan Pemuda Hindu Dharma Indonesia), dan Departemen Pemuda dan Remaja PGI bertemu untuk merancang kerja bersama atasi masalah sosial, di aula atas Katedral, Minggu 20/06.


Komuni Pertama di St Clara
Suasana Kapel Asri, Bekasi Utara tampak lebih cerah dari hari Minggu sebelumnya. Lebih dari 100 anak menerima Komuni Pertama pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, Minggu, 6/6. Dengan pakaian serba putih, sebanyak 106 anak, 63 anak dari Kapel Seroja dan 43 anak dari Kapel Asri, menerima Komuni Pertama di ruko yang berfungsi sebagai gereja di kompleks ruko Wisma Asri, Bekasi Utara.


Graduation Day SMP Kanisius
“With God Strive For A Better Future” merupakan tema Graduation Day SMP Kolese Kanisius 2010. Dengan dekorasi panggung yang bernuansa hijau dan hiasan pernak-pernik olahraga, sungguh menggambarkan gairah hidup remaja SMP Kolese Kanisius kelas IX yang baru menyelesaikan pendidikannya.


Bayi Sehat Siapa Takut
Dalam rangka delapan tahun melayani warga sekitar paroki, WK, Sie PSE, dan Pengurus Posyandu Paroki St Matius Penginjil, Bintaro menyelenggarakan rangkaian bakti sosial dan seminar yang mengangkat tema “Bayi Sehat Siapa Takut”. Acara berlangsung di aula Gereja Paroki St Matius Penginjil Bintaro, Minggu, 20/6. Warga sekitar yang hadir adalah anggota posyandu, jumlahnya lebih dari 500 orang.


Graduasi SDK Sang Timur
Jerih payah dan usaha yang gigih, dan tentu saja diiringi doa, membuahkan hasil yang manis. Demikian dialami para siswa SDK Sang Timur Cakung, Jakarta Timur. Hasil Ujian Nasional tingkat SD yang baru dilaksanakan tahun ini, menggembirakan semua unsur sekolah SDK Sang Timur Cakung. Dari 93 peserta ujian, semua lulus dengan nilai rata-rata sangat memuaskan.


(NUSANTARA)
Meriah, Pesta HUT ke-70 KAS
Puncak Perayaan 70 Tahun Keuskupan Agung Semarang (KAS) dengan tema “Terlibat Berbagi Berkat“ Minggu, 27/6, di Kompleks Museum Misi Muntilan dipimpin Julius Kardinal Darmaatmaja SJ, didampingi Duta Besar Vatikan Mgr Leopoldo Girelli dan Mgr Ignatius Suharyo. Perayaan dihadiri 13 uskup yang berasal dari KAS, Kapolda Jateng, ratusan imam, biarawan, biarawati, bruder, frater dan ribuan umat.


Tahbisan Imam di Bogor
Umat Paroki Beata Maria Vianney Katedral Bogor mengucapkan syukur berlimpah. Tepat pada penutupan Tahun Imam di Keuskupan Bogor, Jumat, 18/6, Allah telah menganugerahkan delapan imam baru. Mereka adalah Yustinus Joned Saputra Pr; Habel Jadera Pr; Ignatius Irwan Sinurat Pr; Yohanes Suparta Pr; Yoseph Krisostomus CSE; Elisa Maria CSE; Patrisius de Jesus CSE; Antonius Satriya Nugroho OFM.


Hati yang Tulus
“Kami para imam dari hati yang tulus dan ikhlas selalu berusaha menghadirkan Kristus dalam setiap langkah, pembicaraan dan tindak-tanduk kami. Tetapi kadang-kadang kami lemah. Karena itu dimohon kepada umat untuk selalu mendampingi kami dalam menunaikan tugas pengabdian kami...” Demikian dikatakan Pastor Aloysius Telaumbanua OFMCap di akhir homili Misa penutupan Tahun Imam di Paroki Hati Kudus Yesus Teluk Dalam, Nias Selatan, Sumatra Utara.


Diberkati, Gereja Warujayeng
Setelah melewati waktu yang cukup lama, akhirnya umat stasi “St Petrus” Warujayeng, Paroki St Maria Jombang, Jawa Timur, boleh berbangga hati. Renovasi gereja sudah selesai. Sebagai ucapan syukur, umat Warujayeng mengadakan Misa Syukur sekaligus pemberkatan gereja mereka. Gereja yang terletak di Kec. Tanjuanom, Kab. Nganjuk ini, diberkati Uskup Surabaya, Mgr V. Sutikno Wisaksono, Juni lalu.
Intan untuk Merauke
HUT ke-60 Keuskupan Agung Merauke berlangsung semarak. Selain Misa Kudus, diadakan pameran perjalanan iman umat Merauke selama 60 tahun. Misa diadakan di Gereja Katolik Paroki St Yoseph Bampel, Minggu, 20/6. Sebelumnya, arak-arakan menuju tempat misa. Dari Lapangan Mandala, rombongan menempuh tiga kilometer menuju gereja Bampel.


JAMBORE PANGGILAN
Untuk menutup Tahun Imam, Paroki MKK, Jakarta Barat mengadakan Jambore Panggilan di Ciloto, Puncak, Jawa Barat, Jumat-Minggu, 11-13/6. Acara digagas Pastor Ignatius Tumarno OCarm. Peserta, 250 orang muda, suster dan frater dari beberapa kongregasi.


SATU HATI, SATU JIWA
Keuskupan Surabaya menutup Tahun Imam di Sasana Krida Jatijejer, Selasa-Kamis, 15-17/6. Para imam dari semua kevikepan, komunitas dan lintas generasi, berbaur jadi satu dalam semangat “Cor Unum Animo Uno” (Satu Hati, Satu Jiwa). Jumlah imam yang hadir, 130 orang.


PERUTUSAN OFM
Para frater Fransiskan Kustodi Duta Damai Papua, belajar mengenai spiritulitas Fransiskus Asisi di Sanggar Semadi St Clara Sentani, Jayapura, Jumat- Sabtu, 18-19/6. Pembekalan dipandu Pastor Peter Aman OFM, pimpinan JPIC OFM dan wakil provinsial Provinsi St Mikhael Indonesia.


STOP PEKERJA ANAK!
Ajaran Sosial Gereja tidak memberikan izin bagi anak usia sekolah untuk bekerja. Karena itu perlu ada Peraturan Daerah yang melarang anak menjadi tenaga kerja. Perlu ada kerjasama antara keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah untuk menghentikan pekerja anak.


MENANGGAPI REALITAS KALIMANTAN
Komisi PSE-KKP Regio Kalimantan bertemu di Wisma Sikhar Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin-Jumat, 7-11/6. Peserta, 30 orang, wakil Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) dan Komisi Keadilan dan Perdamaian (KKP) sub Regio Barat meliputi Keuskupan Agung Pontianak, Sintang, Ketapang, Sanggau; dan sub Regio Timur meliputi Keuskupan Agung Samarinda, Banjarmasin, Palangkaraya dan Tanjung Selor.


(EKSPONEN)
Br Theodorus Suwariyanto MA, FIC : Mentransfer Nilai Kehidupan
Mendidik tidaklah sekadar mentransfer ilmu pengetahuan. Mendidik adalah melatih keterampilan verbal dan non verbal kepada peserta didik. Itulah pendapat Br Theodorus Suwariyanto MA, FIC, penulis buku “Pembelajaran Sebagai Proses Pembinaan” terbitan Grasindo. “Tujuannya, membantu peserta didik menumbuhkembangkan dirinya secara optimal,” katanya lebih lanjut.


(APA DAN SIAPA)
Asteria Aritonang : Gerakan Bersama
Emanuel Agung K. Noertjahjono : Membuat Penasaran


(KONSULTASI IMAN)
Perceraian dalam Gereja Katolik (Oleh : Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM)
Apakah Gereja Katolik mengakui adanya perceraian? Seringkali saya dengar bahwa dalam Gereja Katolik tidak ada perceraian, tetapi saya melihat beberapa teman ternyata bisa diceraikan oleh Gereja, meskipun sudah menikah resmi di Gereja dan kemudian menikah lagi. Bagaimana mengerti ajaran Gereja ini?

Margaretha Sukarni, Kediri


(MIMBAR)
Sepakbola, Agama, dan Politik Kita (Oleh : Tom Saptaatmaja)
“Dari waktu ke waktu dampak pesta sepak bola empat tahunan yang disebut Piala Dunia makin menggila. Seluruh kehidupan dunia ini seakan direbut dan dikuasai oleh pesta bola terakbar di jagat ini.” (Johnny Rep, Pebola Belanda di Piala Dunia 1974 dan 1978). Apa yang dikatakan Johnny Rep di atas memang benar. Buktinya event Piala Dunia di Afsel yang sebulan penuh ditayangkan RCTI dan Global TV sudah menyita perhatian segenap penonton di Indonesia. Di mana-mana, publik hanya memperbincangkan siapa yang akan menjadi juara di antara 32 tim peserta Piala Dunia.

(KESAKSIAN)
Ikrar Setia di Vatikan
Pasangan Vitrie-Ery gigih berjuang untuk bisa menikah di Kapel Del Coro, Basilika St Petrus, Vatikan. Sederhana tetapi sakral, tanpa pesta. November 2007, Ery dan Vitrie bertemu pertama kali. Bertemu untuk dijodohkan oleh Mayasari, rekan Ery-Vitrie. Pada pertemuan pertama, mereka mengobrol biasa. Tetapi, dari situ sudah tumbuh bunga-bunga cinta, tertarik satu sama lain. Ery mengaku, “Ada chemistry. Kalau kami ngobrol, nyambung.”


(JENDELA)
Paduan Suara Gita Shanti : Mengalunkan Gregorian, Memuliakan Tuhan
Di antara bisingnya deru kendaraan di sepanjang Malioboro Yogyakarta, terdengar sayup-sayup alunan lagu Gregorian. Sekelompok orang berkumpul di rumah dekat Gereja Paroki Santa Maria Tak Bercela Kumetiran mengidungkan lagu-lagu tersebut. Setiap malam Kamis dan hari Minggu, kidung Gregorian selalu menghiasi gemerlapnya Jalan Malioboro. Itulah kelompok Paduan Suara (PS) Gita Shanti yang beranggotakan 30 orang sedang berlatih.


(MANCANEGARA)
Imam Katolik Jadi Target Serangan
Media massa Turki meragukan pernyataan yang menyebutkan, pembunuh Mgr Luigi Padovese, Vikaris Apostolik Anatolia, menderita sakit jiwa. Murat Altun, pemuda ber­usia 26 tahun yang telah mengabdi sebagai pembantu dan sopir Mgr Padovese selama empat tahun, ditangkap pada Jumat, 4/6, dengan tuduhan membunuh tuannya.


Kontroversi UU Pelecehan Agama Pakistan
Rehmat Masih, seorang umat Katolik berusia 73 tahun, dipenjara di Faisalabad, Pakistan, Minggu, 20/6. Ia ditangkap setelah tetangganya, Sajid Hameed, menuduhnya melakukan tindakan pelecehan agama. Pengadilan daerah Faisalabad menjatuhi Rehmat Masih dengan hukumanpenjara dan denda sebesar 100.000 rupee karena ia dituduh membakar kitab suci salah satu agama. Peristiwa yang dianggap melecehkan salah satu agama ini terjadi di Desa Jhandewali, Pakistan, desa yang dihuni 25 keluarga Katolik Pakistan.


(RENUNGAN HARIAN)
Kedalaman Hati (Oleh : Deshi Ramadhani SJ)
Perkembangan teknologi komunikasi sungguh mengagumkan. Sebuah kejadian di satu tempat bisa segera diketahui di belahan bumi yang lain. Yang baik maupun yang tidak baik secara cepat disebarluaskan. Demikian pula dengan perkembangan transportasi. Jarak antara Jakarta dan Bandung, terasa begitu dekat setelah ada jalan tol. Namun demikian, ada tempat yang sebenarnya dekat, tetapi sering terasa jauh dan sangat sulit dicapai. Tempat itu adalah hati kita masing-masing.


(JENDELA)
Serikat Suster Sahabat Setia Yesus (FCJ) : Membagikan Spiritualitas
Membagikan spiritualitas adalah salah satu misi yang diemban oleh para suster FCJ. Spiritualitas itu adalah spiritualitas “menjadi sahabat yang setia”. Tak heran, bila mereka menamakan diri sebagai Sahabat Setia Yesus. Serikat Suster Sahabat Setia Yesus (Faithful Companion of Jesus /FCJ) didirikan di Amiens, Perancis, pada hari Kamis Putih tahun 1820 oleh Marie Madeleine d’Houet.


(CERPEN)
Empat Pohon Jati (Oleh : Budi Sardjono)
Suara gemericik arus Kali Progo segera kudengar begitu aku duduk di kursi beton persis di bibir jurang. Meski hujan mulai jarang turun, debit air kali yang termasuk ganas itu masih cukup deras. “Kakek, hati-hati ya duduk di sini. Jangan sampai jatuh ke jurang,” kata Mely, cucuku perempuan. “Aku berdoa dulu,” lanjutnya. Ia lalu berjalan menuju patung Bunda Maria.


(KONSULTASI KELUARGA)
Istri Merasa Tak Dicintai Lagi (Oleh : H.M.E.Widiyatmadi)
Pengasuh Yth, Juni 2010 ini, genap tiga tahun kami hidup berkeluarga. Suka duka sudah kami alami bersama. Anak kami, kembar kini berusia 2 tahun, sudah pandai berceloteh sehingga menambah hidup suasana sehari-hari di rumah kami. Dalam karir, sebagai pengajar di suatu universitas swasta saya juga mendapatkan peningkatan jenjang struktural (diangkat menjadi ketua jurusan).


(TEROPONG)
Urusan Pribadi, Urusan Negara (Oleh : Adrianus Meliala)
Ada hikmah yang bisa diambil dari kasus video porno yang sedang heboh. Kasus ini mengingatkan kita akan mudahnya pergeseran urusan pribadi menjadi urusan negara. Pribadi dan negara pada dasarnya berada di dua spektrum ekstrem. Yang satu konteksnya adalah orang per orang, yang lain merupakan entitas yang diberi mandat mengurusi masyarakat. Dengan kata lain, yang satu mikro, yang lain makro. Di antara keduanya, terdapat fase-fase di mana keluarga, kelompok kategoris, komunitas hingga masyarakat, yang memiliki jenis urusan sendiri-sendiri. Permasalahannya, bagaimana mungkin suatu masalah mikro bisa berkembang pesat menjadi masalah makro?



SUPLEMEN JEJAK : PAROKI KRAMAT
Perjalanan Panjang Paroki Kramat
Paroki Hati Kudus Kramat Raya, sering disebut Paroki Kramat, adalah salah satu “paroki tua” di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Dalam ketuaan usianya tersebut, 90 tahun (1920-2010), Paroki Kramat tetap berusaha mengikuti tuntutan zaman. Tepat pada hari Jumat, 2 Juli 2010, Paroki Kramat genap 90 tahun. Perayaan HUT 90 Tahun Paroki Kramat dipuncaki dengan Misa Syukur yang diselenggarakan Minggu pagi, 4/7, dan ditandai dengan peresmian gedung baru, Gedung St Fransiskus Asisi. Perayaan tersebut dipimpin langsung oleh Uskup Agung Jakarta.


Melayani Paroki Tua
Memang mempunyai­ keunikan tersendiri melayani­ paroki tua seperti Paroki Hati Kudus Kramat yang tahun 2010 ini genap berusia 90 tahun. Sebab, semuanya bisa jadi sudah mapan, bahkan sulit diotak-atik lagi. Meski demikian, Pastor Lauren Tueng OFM (45) tidak gentar menggembalakannya.





Pilar-pilar Gereja Kramat
Gereja hidup dari pilar-pilarnya. Gereja Hati Kudus Kramat memiliki beberapa pilar yang tumbuh dari pembentukan umat basis. Pilar yang lain dibentuk oleh keprihatinan kategorial. Di bawah ini adalah sebagian pilar-pilar tersebut.


Menggiatkan Partisipasi Kaum Awam
Paroki Hati Kudus Kramat, Jakarta sudah berusia 90 tahun (1920-2010). Maka, sudah dapat dipastikan, banyak to­koh-tokoh yang dilahirkan paroki ini. Apa kata mereka tentang Paroki Kramat?
Banyak frater
Sejak Konsili Vatikan II, tahun 1965, Gereja Katolik mulai getol menggiatkan kaum awam untuk ikut serta melayani di Gereja bersama-sama para klerus (para imam) dan kaum religius lainnya (suster, bruder, dan frater).

Bangun Iman, Persaudaraan, dan Pelayanan
”Semoga Hati Kudus Yesus tetap menjadi kekuatan dan pelindung paroki ini,” harap Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo dalam homili Misa Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-90 Paroki Hati Kudus Kramat, Jakarta, Minggu, 4/7. Dalam Misa tersebut, Mgr Suharyo yang baru saja menggantikan Julius Kardinal Darmaatmadja SJ sebagai Uskup Agung Jakarta (serah terima berlangsung Senin, 28/6), bertindak sebagai selebran utama didampingi Pastor Laurentius Tueng OFM, Pastor Nicolaus Dhartasuratno OFM, Pastor Sadji OFM, Pastor Alex Sugijarto OFM, Pastor Albertus Lazar OFM, dan Diakon Bartolomeus Didit Harjadi OFM.

Mohon Perantaraan Santo Antonius
Umat Katolik di Jakarta dan sekitarnya tidak asing lagi dengan Novena Besar Santo Antonius dari Padua di Paroki Hati Kudus Kramat. Setiap kali novena berlangsung, umat selalu meluber memenuhi gereja. Paroki Hati Kudus Kramat, lebih dikenal dengan sebutan Paroki Kramat, adalah sebuah paroki di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) yang banyak dikunjungi umat. Mereka yang datang tidak hanya dari paroki-paroki di lingkungan KAJ, tetapi ada juga dari Keuskupan Bogor, Keuskupan Bandung, bahkan Keuskupan Tanjungkarang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

eXTReMe Tracker

Popular Posts

Majalah HIDUP Terbaru

"Belarasa Gereja bagi Petani"
EDISI 25, Minggu 20 Juni 2010
Lihat daftar isi
EDISI MINGGU SEBELUMNYA
"Pendidikan Vokasi"
EDISI 24, Minggu 13 Juni 2010
"50 Tahun Atma Jaya Jakarta"
EDISI 23, Minggu 06 Juni 2010
"Panggilan Imam di Flores"
EDISI 22, Minggu 30 Mei 2010
"UU Penodaan Agama"
EDISI 21, Minggu 23 Mei 2010
"Buku vs Dunia Maya"
EDISI 20, Minggu 16 Mei 2010
• Alamat Redaksi Jl. Kebon Jeruk Raya No. 85, Batusari Jakarta 11530 (Kotak Pos 2197 Jakarta 10021), Telp. (021) 5491537, 5308471, 5490546, Fax. (021) 5485737, e-mail: hidup@indo.net.id • Alamat Tata Usaha/Sirkulasi/Iklan Jl. Katedral No.5 Jakarta Pusat 10710, Telp. (021) 2314403/3520214/3454159/3857859 (Iklan), Fax. (021) 3451381, e-mail: hidup@centrin.net.id • Informasi Liputan Kirim ke Fax: 021-5485737, e-mail: hidup@indo.net.id • Bank BRI Cabang Jakarta Veteran, No. Rek. 0329-01-000616-30-8 atas nama Majalah Mingguan HIDUP • Bank Mandiri Cabang Gambir, No. Rek.119-0080000050 atas nama Majalah Mingguan HIDUP • BCA Cabang Pintu Air, No. Rek. 106-300046-2, atas nama Yayasan HIDUP Katolik • Rekening Dinas Giro dan Cek Pos No. A128.18

Majalah HIDUP Tersedia di Toko-toko berikut ini: