Edisi 30

Sajian Utama:
Senin, 28 Juni 2010 pengunduran diri Julius Kardinal Darmaatmadja SJ sebagai Uskup Agung Jakarta dikabulkan Paus Benediktus XVI. Penyerahan tongkat kegembalaan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) pun diserahkan kepada Mgr Ign. Suharyo. Lantas ke mana Bapa Kardinal setelah pensiun? Ternyata keinginan Kardinal tidak muluk-muluk. Ia ingin kembali ke Girisonta, Ungaran, Jawa Tengah. Di sanalah, ia mengawali sebagai anggota Serikat Yesus. Di Girisonta, ia lebih memilih tinggal di Wisma Emaus bersama sejumlah imam sepuh lainnya. Kardinal mengaku tak akan kesepian, karena banyak hal bisa dikerjakan di tempat ini.


KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):
Kardinal Pensiun Sebagai Uskup, Lalu Pamitan
Selasa sore, 29/6, hujan mengguyur Jakarta. Jalanan macet. Sebuah tenda memanjang terpasang di depan Gereja Katedral Jakarta. Rintik gerimis terus berjatuhan, tapi umat terus menyemut. Sementara para pastor bersiap di depan Wisma Keuskupan. Tepat pukul 18.00 WIB, perarakan dimulai. Barisan depan diisi para misdinar yang diikuti sekitar 200 pastor yang berkarya di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) dan 13 uskup.

Kardinal Memilih Wisma Emmaus
Suasana akrab dan teduh terpancar dari wisma yang terletak di sudut Kompleks Girisonta Semarang, Jawa Tengah. Di dekat wisma itu terhampar lapangan sepakbola dan kebun buah. Beberapa penghuni wisma sedang duduk di lorong wisma sembari menikmati angin sepoi-sepoi dan sinar mentari yang menembus celah pepohonan. Siang itu, Jumat, 9/7, beberapa penghuni lain sedang menerima tamu, memberi makan ratusan merpati putih, dan menyapu halaman wisma.


BEBERAPA KUTIPAN-KUTIPAN ISI MAJALAH:
(TAJUK)
Purna Karya
Purna karya dan memasuki masa pensiun sebenarnya masuk ke tahapan baru dalam perjalanan hidup. Dengan demikian, ia mirip dengan anak muda yang baru lulus kuliah, sekarang ia harus pergi ke luar dari kampung halamannya. Terkadang ini disertai dengan situasi di mana ia belum tahu apa yang hendak dikerjakan di tempat baru, ia bahkan masih harus mencari pekerjaan dan mempersiapkan masa depannya.

(KABAR JAKARTA)
Retret Umat Vinsensian
Gereja Salib Suci, Jakarta Utara bekerjasama dengan Tim Misi Umat Vinsensian menggelar Misi atau Retret Umat Vinsensian di Gereja Salib Suci. Retret Umat bertema “Membangun Persaudaraan dalam Keterlibatan Pelayanan di Lingkungan dengan Semangat Lima Keutamaan Vinsensian” berlangsung tiga hari, Jumat, 9/7 sampai dengan Minggu, 11/7.



Mgr Suharyo Rayakan Ultah ke-60
Sekitar 500-an umat Katolik yang bergabung dalam berbagai komunitas mengikuti Ekaristi, Jumat, 9/7 di Gereja St Maria Diangkat ke Surga, Katedral, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Mgr Suharyo. Ekaristi dipimpin Mgr Ignatius Suharyo selaku Uskup Agung Jakarta, didampingi Julius Kardinal Darmaatmadja SJ, Vikjen KAJ Pastor Yohanes Subagyo Pr, Vikep KAJ Pastor Al. �B�Andang Binawan SJ, dan Pastor B.S. Mardiatmadja SJ.


Dua PT Katolik Berjaminan Mutu
Nama dua perguruan tinggi (PT) Katolik disebut dan sederet dengan sepuluh PT di Indonesia. Dua PT itu adalah Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara Jakarta dan Akademi Tehnik Mesin Industri (ATMI) Surakarta. Dua PT Katolik ini mendapat Penghargaan Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi (SPMI PT) dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional. SPMI PT adalah sistem manajemen dalam PT agar dapat terus melaksanakan kegiatan untuk mahasiswa dan masyarakat yang sesuai dengan standar nasional pendidikan (SNP).


Peluncuran Program Baru Ziarah
PT RAPTIM dan PT Asuransi Jiwasraya meluncurkan produk layanan jasa perjalanan. Produk yang diluncurkan di Jakarta, Rabu, 7/7, ini diharapkan memberi kemudahan bagi orang yang ingin berziarah ke luar negeri. Peluncuran ini secara resmi ditandai dengan pemukulan gong oleh Direktur Utama PT RAPTIM Tours, Piet Adrian Tarappa, dan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim.


Pelatihan Manajemen Panti
Banyak panti yang membutuhkan dana tapi tidak punya rencana marketing dan perencanaan pendapatan dana. Dalam kaitan itu FKPA (Forum Komunikasi Panti Asuhan) mengadakan pelatihan manajemen bagi para pengurus panti asuhan yang diadakan di Panti Asuhan Gembala Baik, Jatinegara, Senin (5/7).


(NUSANTARA)
Bedah Dua Rumah Umat
Paroki Santo Ignatius Magelang merayakan ulang tahun ke-110 dengan cara unik dan menarik. Salah satu acaranya, bedah rumah umat. Minggu, 18/7, rumah Kristina Tukirah (80) dipadati umat dan warga setempat yang mulai membongkar rumah. Sejak pagi puluhan orang secara bergotong-royong menurunkan genting menandai dimulainya bedah rumah. Beberapa panitia nampak hadir di lokasi membantu mengangkat genting dan membersihkan lokasi.


Siaga Hadapi Bencana
Bagaimana menanggulangi korban bencana agar tidak menimbulkan bencana baru? Pertanyaan ini menggugah benak peserta pelatihan penanggulangan bencana dan tanggap darurat yang diselenggarakan Karina Jakarta di sebuah hotel di Kuta, Bali, Juni lalu.


Cinta Keluarga, Cinta Tuhan
Gereja merasa perlu menyapa umatnya yang berkembang di dalam keluarga. Keuskupan Agung Jakarta pun memfasilitasi hal tersebut dengan mengadakan kembali Family Gathering (FG)-2010. Berbeda dengan tahun lalu, kali ini KAJ memfokuskan pada keluarga-keluarga muda. Salah satu tujuannya, memberikan kesempatan kepada para keluarga muda untuk saling berinteraksi dan membangun cinta antaranggota keluarga melalui komunikasi.


Berpastoral di Tengah Kaya-Miskin
Untuk berpastoral di dunia kaya-miskin secara efektif, Gereja dan para pelaku pastoral perlu melakukan pertobatan. Ketua Program Studi Ilmu Teologi Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta, Pastor Dr Ignatius Loyola Madya Utama SJ, menyampaikan hal itu dalam seminar pastoral, “Inspirasi Baru dalam Berpastoral Yang Memberdayakan di Tengah Dunia Kaya-Miskin”, di Ruang Kepodang Kompleks Penerbit-Percetakan Kanisius Deresan, Sabtu, 10/7. Acara diselenggarakan dalam rangka 40 tahun Pusat Pastoral Yogyakarta.


MENYAMBUNG RANTAI PUTUS
Para dirdios KKI dari delapan keuskupan bertemu untuk mengevaluasi masing-masing pengembangan panggilan. Acara berlangsung di Pusat Pastoral Keuskupan Atambua, Rabu-Minggu, 30/6-4/7. Peserta dari Keuskupan Denpasar, Ruteng, Ende, Maumere, Larantuka, Sumba, Kupang, dan Atambua sebagai tuan rumah.


GEDUNG BARU SKPKC
Sekretariat Keadilan dan Perdamaian serta Keutuhan Ciptaan (SKP KC) Sentani, Jayapura, memiliki gedung baru. Letaknya di Kompleks Biara St Antonius Padua Sentani. Keberadaan gedung itu diharapkan bisa semakin sejalan dengan semangat hidup para pengikut Fransiskus Assisi.


KURANG MEMAHAMI AJARAN SENDIRI
Minimnya pengetahuan umat Katolik akan ajaran agamanya sendiri, menjadi salah satu kendala dialog antarumat beragama. Hal ini diakui peserta “Pertemuan Peningkatan Wawasan Umat Katolik dalam Kerukunan Umat Beragama Regio Sumatra” di Palembang, Sumatra Selatan, Juni lalu. Peserta adalah 29 awam Katolik.


POSISI GURU MAKIN KUAT
Guru bebas mengubah, memodifikasi, dan menyesuaikan RPP dari silabus dengan daerah, sekolah, dan karakteristik peserta didik. Pembimas Katolik Kabupaten Madiun, Andreas Kosasih MPd, menegaskan hal itu pada 30 guru agama Katolik tingkat SMP dalam sebuah workshop di Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Juni lalu.


FRATER HHK BERTAMBAH
Tiga frater dari Kongregasi Frater Hamba-Hamba Kristus (HHK) mengucapkan kaul kekal dan menerima jubah novis di Gereja St Theresia Rantepao, akhir Juni lalu. Yang berkaul kekal, Fr Paulus Radja HHK, Fr Hilarius Besa HHK, dan Fr Fredy Panimba HHK. Sedangkan yang menerima jubah novis sebanyak enam orang. Upacara dilakukan di hadapan Pemimpin Kongregasi Frater HHK, Fr Kornelis Banin HHK.


(EKSPONEN)
Yosef Budi Santoso MHum: Melanjutkan Usaha Inkulturasi di Ganjuran
Suatu siang di halaman Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran, Yogyakarta tampak seorang lelaki paruh baya serius memperhatikan sekelompok pemusik tradisional berlatih Gejog Lesung. Pak Santoso, lelaki tersebut, sedang mempersiapkan sebuah Misa inkulturasi di Paroki Ganjuran. Gejog Lesung adalah musik yang dihasilkan dari penempaan gejog (alat penumbuk padi) ke lesung (tempat menumbuk padi yang terbuat dari kayu).


(APA DAN SIAPA)
Fr Antonius Kodoatie CMM : Selalu Bersyukur
Peter Subagyo OMI : Tantangan itu Indah
Obituari : Sr M. Clara Van Haaren OP
Tom Saptaatmaja : Yang Lain akan Ditambahkan


(MIMBAR)
Membentuk Karakter Anak (Oleh : Kristianto)
Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Mereka itulah yang akan menentukan nasib bangsa ini di kemudian hari. Bahkan, dalam Kitab Suci, kedudukan anak-anak sangat dihargai oleh Yesus. Mereka yang empunya Kerajaan Surga (Mat 19:14).


(KONSULTASI IMAN)
“Perjanjian” dalam Sakramen Perkawinan (Oleh : Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM)
Mengapa Sakramen Perkawinan itu disebut perjanjian? Bukankah dalam perkawinan harus ada saling menerima tanpa syarat, sedangkan dalam perjanjian selalu ada persyaratan-persyaratan? Apa bedanya dengan perjanjian lain antara manusia? Terima kasih.

Nirma Wahyudi, 08123041xxx




(KESAKSIAN)
Harta Paling Berharga
”Inilah satu-satunya harta saya yang paling berharga,” ujar Heribertus Hari Prasetyo sewaktu melihat putri satu-satunya, Angela Mericci Dyah Ayu Puspitaningrum (5), pulang sekolah. Dia yang menjadi kekuatan dan penyemangat dalam hidup saya, setelah kami meringkuk di balik reruntuhan tembok rumah akibat gempa,” kata Bertus (32) mengenang gempa hebat, empat tahun silam. Pengalaman itu membuatnya harus duduk di kursi roda hingga saat ini.


(JENDELA)
KUBINA : Wadah Bersama Menjalani Panggilan
Selain giat melakukan promosi panggilan, pembinaan para calon imam religius dan biarawan/biarawati hendaknya juga diperhatikan. Seorang bruder pernah berkomentar, ”Kita boleh saja rajin mencari calon penerus hidup panggilan. Namun, pendampingan calon yang sudah resmi diterima janganlah diabaikan.”


(RENUNGAN HARIAN)
Perumpamaan (Oleh : Surip Stanislaus OFMCap)
Realita: Penginjil Markus menampilkan Yesus yang mengajar dengan banyak perumpamaan agar orang Yahudi tidak mengerti. Dengan demikian, tergenapilah nubuat Yesaya: “Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya…” (Yes 6:9-10).


(SANTO-SANTA)
Santa Mary Euphrasia Pelletier (1796-1863) : Penolong Para Pengungsi
Kehidupan yang penuh duka dan berliku tidak melunturkan semangat hidupnya. Ia justru terpanggil menjadi biarawati, membuat sebuah karya besar bagi para pengungsi, dan mendirikan tarekat baru. Santa Mary Euphrasia Pelletier dikenal dengan nama Rose Virginie Pelletier. Ia lahir di Pulau Noirmoutier, Perancis, 31 Juli 1796. Rose Virgine – sapaannya – adalah anak kesembilan dari pasangan Dokter Julian Pelletier dan Anne. Keluarganya tinggal di pulau ini karena diasingkan saat revolusi Perancis berlangsung. Mereka dipaksa tinggal di pulau ini.


(MANCANEGARA)
Dewan Kepausan Baru Vatikan
Paus Benediktus XVI dalam ibadat sore di Vatikan, Roma, Senin, 28/6, mengumumkan bakal terbentuknya Dewan Kepausan untuk Promosi Evangelisasi Baru. Mgr Salvatore Rino Fisichella ditunjuk sebagai ketua dewan. Dewan Kepausan baru ini, menurut Paus, mengemban tugas mempromosikan evangelisasi baru di tempat-tempat yang telah menerima pewartaan Injil dan di mana telah hadir Gereja yang mempunyai akar tradisi kuno namun tidak menghayati lagi imannya.

Aksi Kekerasan di Irak Berkurang
Para uskup di Baghdad, Irak, Jumat, 2/7, mengatakan, kekerasan terhadap umat Kristiani di Irak perlahan-lahan berkurang.Menghadapi kenyataan menggembirakan ini, umat Kristiani Irak diimbau tetap berdoa dan mengadakan ibadah bersama. Menurut para uskup, Gereja di Irak mulai hidup kembali. Mereka mengimbau, daripada terus-menerus dihantui ketakutan aksi lanjutan para teroris dan tekanan yang lebih ekstrem, umat Kristiani hendaknya mendukung pemerintah mengusahakan terwujudnya keamanan dan stabilitas dalam negeri.


Tokoh Pluralis Sri Lanka Wafat
Al Haj Moulavi M.H.M. Niyas Gafoori, Presiden Komisi Perdamaian Muslim Sri Lanka dan Penasihat Presiden Sri Lanka, meninggal di Badulla City, Pakistan, Sabtu, 3/7. Semua penduduk Sri Lanka berduka atas peristiwa ini. Tak hanya umat Muslim, seluruh umat dari berbagai agama dan kepercayaan turut menangisi kepergiannya.


Video Game Perjalanan Paulus
Pastor Maximo Villanueva, menciptakan video game yang bermuatan katekese berjudul “Perjalanan Paulus”. Game ini diluncurkan Konferensi Para Uskup Filipina di Manila, Filipina, Kamis, 8/7. Pastor Diosesan Keuskupan Balanga, Filipina ini mengambil bahan-bahan Kompendium Doktrin Sosial Gereja sebagai bahan permainan elektronik yang ia ciptakan.


(CERPEN)
Blackburik (Oleh : Maria Etty)
Cakrawala kian ditangkup kegelapan. Sementara kebanyakan orang sudah terbenam dalam lelap, pelupuk mataku tak kunjung terpejam. Sesaat aku terbaring resah, sesaat lagi aku mencangkung di bibir ranjang. Perasaanku disesah gelisah. Di benakku, bayangan ponsel qwerty lalu-lalang. Benda itu sungguh mengusik ketenangan kuselama beberapa hari ini. Kegelisahan itu terus berlanjut, dan menjulang pada malam ini.


(JENDELA)
PBHK : Saudari Muda MSC
Fileae Dominae Nostrae a Sacro Corde atau Putri-Putri Bunda Hati Kudus (PBHK) didirikan oleh Pastor Jules Chevalier MSC. Dia juga yang mendirikan tarekat MSC (Misionaris Hati Kudus). Chevalier lahir sebagai anak ketiga di sebuah rumah penginapan sudut jalan bernama jalan Sygne di sebuah ko­­ta kecil Richelieu, provinsi Tourine – Perancis, pada tanggal 15 Maret 1824, dan keesokan harinya langsung dibaptis. Ayahnya bernama Jean Charles Chevalier, seorang tukang roti, ibunya bernama: Louise Ory, berusaha jualan barang-barang kecil, yang kebanyakan sayuran. Pada tanggal 14 Juni 1851, dia ditahbiskan menjadi Imam Misionaris Hati Kudus di Bourges.




(KONSULTASI KELUARGA)
Respect (Oleh : Th. Dewi Setyorini)
Ini adalah seri kedua dari tulisan saya tentang nilai-nilai yang mendasari perkawinan. Setelah nilai pertama, yaitu trust yang kita diskusikan sebelumnya, berikutnya adalah nilai respect. Respect atau penghargaan adalah nilai yang mendasarkan pada kesadaran untuk menghargai sesama manusia sebagai manusia. Banyak problem yang kita hadapi saat ini tampaknya bermula dari kurangnya penghargaan atas diri orang lain.


(TEROPONG)
Pendidikan Karakter Instan (Oleh : Fidelis Waruwu)
Tahun ajaran baru kembali dimulai. Orangtua mulai lagi mengantar anak-anaknya masuk sekolah, mulai anak kecil (play group/TK), SD, sampai anak remaja, SMP dan SMA. Orangtua menaruh harapan pada sekolah, “bisa mengubah anak-anak mereka menjadi anak yang baik dan pintar (good and smart)”. Maka, orangtua memilih dengan cermat, sekolah mana yang bisa membantu anak-anaknya menjadi berkarakter baik dan pintar.


SUPLEMEN OSF
Pengantar
Banyak berkat dan syukur Kongregasi Suster-suster OSF pada tahun 2010 ini. Senin, 10/5, OSF merayakan puncak Jubelium 175 Tahun dan 140 Tahun di Indonesia secara meriah di Pusat Promosi Pariwisata dan Pembangunan (PRPP) Semarang. Minggu, 1 Agustus 2010 ini, akan dirayakan Pesta Perak (25 Tahun) Profesi (8 suster), 40 Tahun Profesi (1 suster), 50 Tahun Profesi (9 suster), dan 60 Tahun Profesi (1 suster).


Tidak Kehilangan Semangat Melayani
Benih karya tumbuh di sebuah tempat bernama Kreppel di Belanda, tempat Magdalena Daemen mulai hidup berkomunitas, memelihara Gereja, dan mendidik muda-mudi yang berkeliaran. Cuaca pantai utara Jawa tetap menyengat pada Senin, 10 Mei 2010. Matahari mulai meninggi ketika beberapa perempuan berjubah dan berkerudung memasuki kompleks Pekan Raya Promosi Pariwisata dan Pembangunan (PRPP) di kawasan Puri Anjasmoro, Kota Semarang. Di depan pintu masuk ruang pertemuan yang dingin ber-AC, mereka berbaris rapi.


Deus Providebit
Allah yang Menyelenggarakan (Deus Providebit), berdasar sikap dasar iman inilah, seorang gadis kelahiran Desa Laak, Negeri Belanda, 19 November 1787, bernama Chatarina Daemen, mendirikan Kongregasi Suster-suster St Fransiskus Dari Tobat dan Cinta Kasih Kristiani (di Indonesia dikenal sebagai Kongregasi Suster-suster St Fransiskus Semarang atau OSF Semarang).



Tetap Terbuka
Banyak berkat dan syukur Kongregasi Suster-suster OSF pada tahun ini. Senin, 10/5, Kongregasi Suster-suster OSF merayakan puncak Jubelium 175 Tahun secara meriah di Pusat Promosi Pariwisata dan Pembangunan (PRPP) Semarang. Dan, Minggu, 1 Agustus 2010, akan dirayakan Pesta Perak (25 Tahun) Profesi (8 suster), 40 Tahun Profesi (1 suster), 50 Tahun Profesi (9 suster), dan 60 Tahun Profesi (1 suster). Provinsial OSF, Sr M. Susanna Heri Susanti OSF, menyampaikan refleksi atas berbagai perayaan syukur itu.


Tiga Pilar
Banyak jalan menuju Roma, begitu juga menuju panggilan hidup sebagai biarawati OSF. Mereka yang terpanggil akan menjalani tahap formasi, mulai dari Aspiran-Postulan-Novisiat-Junior-Medior dan Senior. Magistra Novis, Sr Paula OSF menegaskan, menjadi biarawati OSF adalah soal perutusan Gereja. “Bagaimana kami bisa mengambil bagian dalam karya keselamatan Gereja.” Itulah sebabnya, meski saat ini jumlah panggilan baru surut, biarawati asal Girisonta, Semarang ini tidak cemas.


Rekan dan Sahabat
Karya Tradisional
Uskup Agung Jakarta, Mgr Ignatius Suharyo Pr, melihat sebagian besar karya para suster Kongregasi OSF masih di bidang tradisional, seperti kesehatan dan pendidikan. “Saya sebut karya tradisional, karena memang sejak pertama itulah yang ditangani Gereja di mana pun untuk menyatakan itulah wujud Kerajaan Allah,” terang Mgr Suharyo.


Merasakan Kehadiran Allah
Pada umumnya rumah sakit (RS) menuntut uang muka atau jaminan terlebih dahulu kepada pasien yang minta perawatan. Hal itu tidak berlaku di RS-RS yang dikelola Tarekat Suster-suster St Fransiskus Semarang (OSF). DI Semarang misalnya, terdapat RS St Elisabeth yang dikenal sangat baik dalam melayani para pasien. “Kami tidak berpatok pada teknologi semata tetapi pada pelayanan. Harapan kami, setiap orang yang masuk ke RS St Elisabeth merasakan bahwa Allah itu hadir, ada sapaan.


Unggul Karena Berkarakter
Karya pendidikan Kongregasi Suster-suster OSF dikelola oleh Yayasan Marsudirini, yang berpusat di Semarang. Sejak 2006, Sr M. Theresie OSF, SPd, MPd, dipercaya menjadi pimpinan yayasan. Dalam perbincangan di kantor pusat Yayasan Marsudirini, Jl Kawi Semarang, biarawati kelahiran Klaten, 27 Oktober 1961 ini menjelaskan, yayasan ini menaungi 52 lembaga pendidikan, dari TK sampai dengan Perguruan Tinggi. Yakni, TK (23 sekolah), SD (23 sekolah), SMP (12 sekolah), SMA (10 sekolah), SMK (3 sekolah), dan Perguruan Tinggi (1).


Karya Warisan Pendiri
Kongregasi Suster-suster OSF memiliki sekitar 50 komunitas yang tersebar di Indonesia. Di setiap komunitas selalu ada suster yang diberi tugas dalam bidang pastoral Gereja. “Karya Pastoral diperlukan, karena karya ini merupakan warisan pendiri OSF, yaitu Ibu Magdalena Daemen,” ungkap Sr M.Theresiani Endah Supeni OSF (56) yang bertugas di Karya Pastoral Suster-suster OSF. Karya Pastoral dimasukkan dalam Statuta Provinsi menjadi karya yang harus dilaksanakan sebagai tugas perutusan Kongregasi Suster-suster OSF.


Dituntut Mandiri
Karya Kongregasi Suster-suster OSF yang tak boleh diabaikan adalah karya sosial. Rumah panti merupakan salah satu bentuknya. Ada sejumlah Panti Asuhan (PA) yang dikelola suster-suster OSF. Misalnya, PA Brayat Pinuji Boro, Yogyakarta; PA Maria Goretti Palasari, Bali; PA Sidhi Astu Tuka, Bali; dan PA Brayat Pinuji Detusoko, Flores. Untuk menampung anak-anak yang kurang beruntung, suster-suster OSF membuka Sekolah Luar Biasa (SLB) Brayat Pinuji Kefamenanu, Timor.


Komunitas Internasional di Biharamulo
Kongregasi Suster-suster OSF membuka komunitas internasional di Biharamulo, Kagera, Tanzania, wilayah gerejani Keuskupan Agung Muanza. Dua suster OSF asal Indonesia berkarya di tempat ini. Salah satunya, Sr Elfrida Tanga OSF, kebetulan pulang ke Tanah Air untuk menghadiri pesta perak profesi, Agustus ini. Biarawati asal Pulau Palue, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT yang berkarya di Biharamulo sejak 2001 ini mengisahkan, daerah tempatnya berkarya merupakan pedesaan dengan kondisi memprihatinkan.


Misi di Luar Negeri
Karya Kongregasi Suster-suster OSF Semarang di luar negeri terdapat di dua tempat, yaitu Filipina dan Timor Leste. Biara OSF di Taibessi-Dili-Timor Leste, berdiri pada 30 Juli 1994. Saat ini, Sr M. Chriscentine OSF, Sr M.Eleonora OSF, Sr M. Elia OSF, dan Sr Chriscentine OSF, yang mulai bertugas sejak 18 Juli 2003, banyak membantu pengurusan visa untuk suster-suster dan para pastor, baik yang datang dari Indonesia maupun di Timor Leste.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

eXTReMe Tracker

Popular Posts

Majalah HIDUP Terbaru

"Belarasa Gereja bagi Petani"
EDISI 25, Minggu 20 Juni 2010
Lihat daftar isi
EDISI MINGGU SEBELUMNYA
"Pendidikan Vokasi"
EDISI 24, Minggu 13 Juni 2010
"50 Tahun Atma Jaya Jakarta"
EDISI 23, Minggu 06 Juni 2010
"Panggilan Imam di Flores"
EDISI 22, Minggu 30 Mei 2010
"UU Penodaan Agama"
EDISI 21, Minggu 23 Mei 2010
"Buku vs Dunia Maya"
EDISI 20, Minggu 16 Mei 2010
• Alamat Redaksi Jl. Kebon Jeruk Raya No. 85, Batusari Jakarta 11530 (Kotak Pos 2197 Jakarta 10021), Telp. (021) 5491537, 5308471, 5490546, Fax. (021) 5485737, e-mail: hidup@indo.net.id • Alamat Tata Usaha/Sirkulasi/Iklan Jl. Katedral No.5 Jakarta Pusat 10710, Telp. (021) 2314403/3520214/3454159/3857859 (Iklan), Fax. (021) 3451381, e-mail: hidup@centrin.net.id • Informasi Liputan Kirim ke Fax: 021-5485737, e-mail: hidup@indo.net.id • Bank BRI Cabang Jakarta Veteran, No. Rek. 0329-01-000616-30-8 atas nama Majalah Mingguan HIDUP • Bank Mandiri Cabang Gambir, No. Rek.119-0080000050 atas nama Majalah Mingguan HIDUP • BCA Cabang Pintu Air, No. Rek. 106-300046-2, atas nama Yayasan HIDUP Katolik • Rekening Dinas Giro dan Cek Pos No. A128.18

Majalah HIDUP Tersedia di Toko-toko berikut ini: