Edisi 37 : Mengenali Tiga Wajah Yesus

Sajian Utama:
Pelaksanaan Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2010 sudah dekat. Bagaimana panitia mempersiapkannya? Dari Ketua Panitia SAGKI 2010, Pastor Agus Duka SVD menyebutkan, bahwa pola SAGKI 2010 ini lebih disemangati oleh hasil Kongres Misi di Asia, Oktober 2006 di Thailand. Yakni menggunakan pola narasi tentang wajah Yesus. Ada tiga narasi tentang wajah Yesus dalam kaitannya dengan kebudayaan, umat beragama lain, dan dengan kelompok yang termajinalkan. Para narator pun diambil dari mereka yang mewakili kelompok-kelompok tersebut. Nantinya tak ada rekomendasi untuk diterapkan di setiap keuskupan di Indonesia.


KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):
Menyongsong SAGKI 2010
Setelah berselang lima tahun sejak Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2005, Gereja Indonesia kembali akan merefleksikan pengamalan hidup berimannya melalui SAGKI 2010, 1-5/11, di Wisma Kinasih, Caringin, Bogor, Jawa Barat. Pada SAGKI 2000, Gereja Katolik Indonesia merumuskan jatidiri dan perutusannya sebagai Gereja Komunitas Basis.

Narator Publik SAGKI 2010
Tema SAGKI 2010 “Ia Datang Supaya Semua Memperoleh Hidup dalam Kelimpahan (Yoh 10:10)” akan diusung dalam bentuk dialog berwajah tiga. Setiap sub tema akan dikisahkan tiga narator dari pelbagai daerah dan kelompok. Dialog berwajah tiga akan menjadi kekhasan SAGKI 2010. Selain memberi kesempatan kepada semua peserta untuk berkisah dalam narasi kelompok, panitia telah meminta sembilan orang sebagai narator publik.

Kongres Misi Asia I
Salah satu semangat yang menjadi latar belakang SAGKI 2010 adalah semangat perutusan dari hasil Kongres Misi Asia I bertema ”Telling the Story of Jesus in Asia” pada tahun 2006 di Chiang Mai, Thailand. Namun, SAGKI 2010 bukan replika dari kongres yang dihadiri 1.047 peserta dari 23 negara dan dua daerah istimewa (Hong Kong dan Makao) itu. Sebagai langkah awal menatap SAGKI 2010, Kongres Misi Asia I cukup dapat menjadi referensi.


BEBERAPA KUTIPAN-KUTIPAN ISI MAJALAH:
(TAJUK)
SAGKI 2010
Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2010 merupakan perayaan panggilan Gereja untuk mewartakan Kabar Gembira Keselamatan (Evangelisasi). Gereja di Indonesia bukan realita yang terpisah. Perayaan ini mendapat inspirasi dari Kongres Misi Asia I Chiang Mai-Thailand yang diselenggarakan pada tahun 2006.


(KABAR JAKARTA)
Wayang Orang untuk Gereja Klepu
Satu saat, Petruk mempunyai impian membangun negeri yang penuh kebaikan. Namun, apa daya, ia hanyalah orang biasa yang tidak punya kekuatan melakukan hal itu. Inilah sepenggal cerita yang disajikan dalam Pergelaran Wayang Orang “Petruk Ngimpi” di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis, 26/8. Acara ini diadakan untuk menggalang dana bagi pembangunan Gereja Paroki Santo Petrus dan Paulus Klepu, Yogyakarta yang hancur akibat gempa empat tahun lalu.

Paroki Klepu Lebih Dekat
Paroki ini dahulu berstatus Stasi Klepu dan diberkati pada 25 Agustus 1929 oleh Vikaris Apostolik Batavia Mgr van Wilkens SJ, dengan nama pelindung Santo Petrus dan Santo Paulus. Bangunan gereja ini didirikan di depan Gedung Vervolgschool – Sekolah Menengah Atas - di Ngijon, Klepu.

Misa Syukur HUT WKRI
Untuk mensyukuri HUT ke-86 Wanita Katolik Republik Indonesia, para anggota dan pengurus WKRI pusat dan daerah mengadakan Misa Akbar di Balai Samudra, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa, 24/8. Acara diikuti sekitar 2.000 anggota dan pengurus WKRI. Saat Misa dimulai, 200 anggota paduan suara WKRI Dewan Pengurus Daerah Jakarta pimpinan Klara Hermanus menyanyikan lagu pembukaan dengan iringan musik paduan organ, kolintang, dan angklung yang meriah mengantar iring-iringan prosesi 12 putra altar, 30 imam penasihat rohani dengan konselebran utama Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo didampingi Vikep Keuskupan Agung Jakarta Pastor Al. Andang L. Binawan SJ.

Rangkaian Acara Menuju HUT
Menyambut HUT WKRI, masing-masing Dewan Pengurus Daerah (DPD), Dewan Pengurus Cabang (DPC), dan Dewan Pengurus Ranting (DPR) di seluruh Indonesia mengadakan berbagai kegiatan, yaitu aneka lomba dan bakti sosial.

Misa 100 Tahun Bunda Teresa
Misa Konselebrasi memperingati 100 tahun Bunda Teresa diadakan di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Jumat, 27/8. MISA Konselebrasi yang diprakarsai Kelompok Kerja Ibu Teresa (KKIT) Jakarta ini menghadirkan lima pastor pendamping, yaitu Pastor Vitalis CP, Pastor Paulus CP, Pastor Samuel Pangestu, Pastor Christ Purba SJ, dan Pastor Kris Purwana Cahyadi SJ dengan konselebran utama Mgr Ignatius Suharyo.

Frater CICM Peringati HUT RI
Para Frater Conggregatio Immaculati Cordis Mariae (CICM) mengadakan upacara bendera dalam rangka memperingati HUT ke-65 RI di Wisma Skolastikat Sang Tunas (SST) CICM Pondok Bambu, Jakarta Timur, Selasa, 17/8. Sebelum upacara bendera, mereka mengadakan Perayaan Ekaristi di Kapel Wisma Skolastikat. Peringatan ini merupakan tanda syukur kepada Tuhan atas berkat dan penyertaan-Nya terhadap tanah air Indonesia selama enam puluh lima tahun.




Misa Kemerdekaan RI
Untuk memberdayakan warga yang tinggal dan berbatasan dengan daerah pinggiran Jakarta Barat, setiap tahun Lingkungan Krisantus I Paroki Maria Kusuma Karmel Meruya Jakarta Barat mengadakan Misa Peringatan Kemerdekaan RI.


Buka Puasa Bersama
Anak-anak Komunitas Rumah Sahabat Anak (RSA) berbuka puasa bersama para relawan di rumah RSA Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa, 24/8. Mereka adalah anak-anak Komunitas Rumah Sahabat Anak (RSA) Puspita yang berjumlah 70 anak. Rata-rata, mereka adalah anak usia Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.

Krisma St Clara
“Saya berharap semoga paroki ini semakin hidup karena semakin banyak umat yang akan terlibat, dengan demikian semakin banyak umat yang akan ikut serta dalam karya kegembalaan kami.” Demikian Mgr Ignatius Suharyo dalam Misa penerimaan Sakramen Krisma bagi 453 orang di Kapel Yohanes Pemandi, Seroja, Paroki Santa Klara, Bekasi Utara, Sabtu, 28/8.


(NUSANTARA)
Kardinal Pulang ke Girisonta
Hari-hari biasa di Wisma Emmaus di Girisonta Semarang selalu tampak lengang. Di dalamnya hanya dihuni enam pastor, tiga bruder, tujuh karyawan yang merawat dan membantu di wisma ini, dan seorang suster selaku pimpinan wisma. Namun, Senin, 23/08, wisma ini ramai dengan celoteh orang-orang yang duduk santai di halaman depan wisma, meski cuaca mendung.


HUT Seminari Pineleng
Seminari Tinggi Hati Kudus Pineleng/Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng (STFSP) genap berusia 56 tahun pada 15 Agustus. Untuk memperingati hari jadi lembaga pembinaan calon imam dan katekis awam tersebut diadakan kegiatan sederhana tapi bermakna syukur dan ilmiah. Kegiatan berupa Misa dan Orasi Ilmiah ini diadakan di Kapel Seminari Pineleng, Manado, Minggu, 15/8.


Musyawarah Daerah Keuskupan Amboina
Para imam Diosesan Keuskupan Amboina mengadakan Musyawarah Daerah (MUSDA) II UNIO di Wisma UNIO Saumlaki, Maluku Tenggara Barat, Maluku, 25/7-4/8. Acara dihadiri 53 imam Diosesan Keuskupan Amboina, dua uskup yakni Uskup Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC, Uskup Manokwari Sorong Mgr Hilarion Datus Lega, dua imam Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC), dua imam Serikat Sabda Allah (SVD), dan Ketua UNIO Indonesia Pastor Ferry Sutrisna Pr.




Sekolah Katolik Kurang Daya Juang
”Saat ini, tampaknya tidak ada daya juang dari yayasan-yayasan Katolik untuk saling berjejaring dan tolong-menolong menyelamatkan sekolah-sekolah yang dalam kondisi kritis dan sulit.” Demikian kritik Direktur Dinamika Edukasi Dasar (DED) A. Ferry Timur Indratno, di sela-sela pelatihan para guru dari sekolah-sekolah yang telah ditutup pihak yayasan.


Pengobatan Gratis
Bertempat di Rumah Sakit Katolik (RSK) Marianum Halilulik, Belu, Nusa Tenggara Timur, lima dokter ahli yang tergabung dalam Overseas Specialist Surgical Association of Australia Inc (OSSAA) melakukan pengobatan dan operasi gratis, 4-14/8. Sejak Minggu, 1/8, dua dokter spesialis, seorang dokter ahli anastesi, dan seorang perawat tiba di Halilulik.


Ziarah Rohani Umat Yogyakarta
Ratusan umat Paroki Hati Kudus Yesus Pugeran dan Paroki Fransiskus Xaverius Kidul Loji, Yogyakarta berjalan beriringan dari halaman Gereja Pugeran menuju Gereja Kidul Loji, Yogyakarta, Minggu, 15/8. Mereka melakukan ziarah rohani menyongsong HUT ke-65 Kemerdekaan RI dan HUT ke-50 Paroki Kidul Loji.


Pertemuan Ordo Fransiskan Sekulir
Dewan Regio Ordo Fransiskan Sekulir (OFS) Santo Polykarpus Sibolga melaksanakan pertemuan gabungan di Postulan Kapusin Sibolga, Sumatra Utara, Minggu, 27/6. Hadir dalam acara ini Minister Romanus Hasjran Intan, Wakil Minister Antonius Susanto, Formator Antonius Enjoy Situmorang, dan Bendahara Pince Fransiska Simanjutak. Mereka adalah pengurus OFS Dewan Regio periode 2009-2012.

MISA KEMERDEKAAN OMK
Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-65, sekitar 400 OMK merayakan Ekaristi Kaum Muda di aula SMA Fransiskus Bandarlampung, Senin, 16/8. Mereka berasal dari tiga paroki, yakni Paroki Santo Yohanes Rasul Kedaton, Paroki Ratu Damai Telukbetung, dan Paroki Kristus Raja Tanjungkarang.

PELATIHAN INVESTIGASI
”Paus Yohanes Paulus II menganjurkan agar tarekat-tarekat religius berbicara dan melakukan gerakan untuk mewujudkan keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan.” Demikian ungkap Minister Provinsial Kapusin Medan Pastor Emmanuel Sembiring OFMCap dalam Pelatihan Investigasi/Metodologi Riset Wisma Samadi Vinsensius, Pematang Siantar, Sumatra Utara, 1-14/8.

REKOLEKSI ADORASI PAROKI WEDI
Tim Kerja Adorasi Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Klaten, Jawa Tengah menggelar Rekoleksi Adorasi di Gua Maria Kerep, Ambarawa, Jawa Tengah, Jumat-Sabtu, 9-10/7. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 umat paroki setempat. Ketua Panitia Rekoleksi Adorasi, A.F.R. De Paula menjelaskan, tujuan acara ini untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang benar tentang Adorasi Ekaristi kepada umat.

OMK SAMBUT HUT RI
Orang Muda Katolik Paroki Purbayan Surakarta mengadakan kegiatan lomba melukis dan mewarnai bagi anak-anak TK dan SD di Gereja Santo Antonius Purbayan Solo, Jawa Tengah, Minggu, 15/8. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyongsong hari ulang tahun ke-65 Kemerdekaan Republik Indonesia.

SEMINAR TENTANG NOVISIAT
Para imam dan religius tidak lepas dari novisiat. Baik religius yang suci maupun yang bandel pasti melewati masa novisiat karena itu merupakan tempat pendidikan awal menjadi kaum religius. Hal itu diungkapkan Pastor Paul Suparno SJ di hadapan sekitar 80 religius dalam seminar bertema ”Peran Novisiat dalam Membentuk Religius dan Imam Zaman Ini” di Gedung Serba Guna Rumah Retret Laverna, Padangbulan, Lampung, Rabu,11/8.


(SANTO-SANTA)
Beato Angelo Paoli (1642-1720) : Karmelit Pemerhati Orang Miskin
Melihat wajah Kristus dalam orang-orang yang menderita adalah pekerjaan yang biasa dijalankan oleh Beato Angelo Paoli. DI kota Argigliano-Tuscany, Italia, pada 1642 Beato ini dilahirkan. Dia berasal dari keluarga yang bersahaja. Ayahnya bernama Angelo Paoli dan ibunya Santa Morelli. Bersama enam saudaranya, mereka bekerja membantu kedua orangtuanya demi kelangsungan hidup mereka. Pada usia 18 tahun, ia menjawab panggilan Tuhan yang sejak kecil telah ia rasakan.


(EKSPONEN)
F.X. Sri Martono: Kerendahan Hati Vice President
Ia tidak merasa hebat. Ia merasa pencapaiannya sekarang merupakan hasil tempaan almamaternya, yaitu ATMI dan Astra. Vice-President, Chief Corporate Organization and Human Capital Development, Astra International, F.X. Sri Martono, selalu menganggap apa yang dicapainya sekarang adalah hasil didikan Akademi Teknik Mesin Indonesia (ATMI) Solo dan juga penempaan oleh PT Astra Internasional.


(APA DAN SIAPA)
Franz Magnis-Suseno SJ : Dituding Provokator
Claudia Natasia : Cinta Yang Tulus
Sr M. Lusi Ngatiyah SPM : Delapan Kali Mutasi
Jonki Koeswara : Monumen Jawa


(MIMBAR)
Keheningan dalam Keluarga (Oleh : Jacobus Tarigan Pr)
Begitu berbicara tentang perkawinan dan keluarga, serta-merta orang mencari penyebab-penyebab kegagalan, seperti perceraian, poligami, selingkuh, kurang komunikasi, kesulitan ekonomi, pendidikan anak, dan lain-lain. Padahal, semua hal itu bukan masalah baru. Dari dulu sampai sekarang masalah itu saja, tak berubah. Terkesan lebih mudah mencari masalah dibandingkan memecahkan masalah.


(KONTAK-KONTAK)
Memaknai Sepi
Filsuf Jerman, Friedrich Nietzsche, melukiskan hubungan antarmanusia demikian: seseorang pergi mendapatkan sesamanya karena ia mencari dirinya, yang lain pergi mendapatkan sesamanya karena ia rela kehilangan dirinya. “Kurangnya cinta terhadap diri sendiri menyebabkan kesepian menjadi penjara bagi manusia,” catat Nietzsche.


(KESAKSIAN)
Roh Ketakutan Itu Lenyap Sudah
Suasana Lapas Atambua siang itu sungguh semarak. Para napi yang mengalami kekeringan rohani, hari itu seakan dahaganya dipuaskan. Mereka mendapat siraman rohani dari Maria Goreti Lausaka dan kawan-kawannya yang tergabung dalam Legio Maria Paroki Katedral Atambua. Ibu satu anak itu merasa bersyukur. Ia semakin melayani orang-orang yang merasa haus akan panggilan kasih-Nya. Terlebih setelah ia mengalami kesembuhan total karena berpasrah diri kepada-Nya.


(JENDELA)
Perguruan Katolik Budi Dharma Banda Aceh : Mekar di Tanah Rencong
Perguruan Katolik Budi Dharma Banda Aceh pernah jaya sebelum wilayah Nangroe Aceh Darussalam dilanda tsunami dan aktivitas politik. Kini, warga perguruan mulai menata kembali puing-puing kehancuran mereka. Riuh rendah suara anak-anak terdengar dari Jalan Sultan Iskandar Muda No. 31 Blang Padang Banda Aceh, Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Saat itu, siswa-siswi TK Perguruan Katolik Budi Dharma Banda Aceh sedang istirahat bermain setelah lelah belajar.


(RENUNGAN HARIAN)
Berbuat Baik Itu Universal (Oleh : Dr V. Indra Sanjaya Pr)
Menarik memperhatikan apa yang diperbuat oleh dua tokoh yang ada di dalam kisah Injil hari ini. Yang pertama adalah yang disebut ”perwira”. Jelas bahwa dia adalah orang Roma dan bukan orang Yahudi. Menurut terjemahan harafiah, yang dimaksud dengan perwira adalah pemimpin pasukan Roma yang terdiri dari seratus prajurit.


(BUKU – VCD – KASET)
Berobat dengan Terapi Api
Tubuh manusia dan alam begitu dekat. Dalam tubuh manusia ada empat unsur, yaitu api, air, tanah, dan udara. Ini semua anugerah yang diberikan Tuhan. Tuhan memberikan daya kekuatan Ilahi dalam diri manusia. Hal ini seringkali kurang disadari manusia.

Memaknai Persoalan Hidup
Menjalani hidup setiap hari tak bisa terhindar dari berbagai persoalan. Sedih, bahagia, tangis, tawa-canda, jengkel, dan enjoy adalah warna yang siap menghiasi suasana hidup ini. Sadar bahwa setiap orang mempunyai persoalan hidupnya sendiri-sendiri. Yang berbeda hanyalah porsinya. Ada yang porsi masalahnya besar, ada yang sedang, dan ada yang berporsi kecil.


(MIMBAR)
Kaum Muda dan Hidup Menggereja (Oleh : Gregorius M. Salu)
Kaum muda adalah generasi harapan keluarga, Gereja, nusa, dan bangsa. Kaum muda merupakan penyambung tongkat estafet kehidupan suatu kelompok, dengan berupaya mempersiapkan diri secara mandiri, baik dalam kehidupan Gereja maupun masyarakat luas. Peran aktif kaum muda dalam Gereja merupakan langkah penting dalam merumuskan strategi kegiatan dan merumuskan mimpi bersama akan hari esok yang lebih cerah dan berseri.

Korupsi, Pengusaha, dan Buruh (Oleh : Endang Suarini)
Menarik mencermati berbagai komentar terkait praktik korupsi di Indonesia, yang mengindikasikan adanya mafia hukum karena menyeret jaksa, polisi, dan hakim. Salah satu komentar bahwa semua praktik korupsi di negeri ini susah diberantas, karena sudah mengakar begitu lama, tepatnya sejak era penjajahan Belanda. Penjajah Belanda telah sukses menanamkan ”benih” korupsi di negeri ini.


(MANCANEGARA)
Pesan untuk Akhir Bulan Ramadhan
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama Vatikan memberikan selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri bagi umat Muslim di seluruh dunia. Pesan Idul Fitri 1431 H dirilis Jumat, 27 Agustus, pukul 12.00 siang waktu Roma. Pesan ini ditandatangani Ketua Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama Vatikan Jean-Louis Cardinal Tauran dan Sekretaris Uskup Agung Pier Luigi Celata.


(KONSULTASI IMAN)
Pergilah, Kalian Diutus! (Oleh : Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM)
Pada akhir Perayaan Ekaristi, imam selalu mengatakan sebuah ungkapan yang secara ringkas bisa dirumuskan “Pergilah, kalian diutus”. Umat diutus untuk apa? Bagaimana? Mohon penjelasan.

Henny Chandrawati, Surabaya


(CERPEN)
Doakan Aku (Oleh : N. Widi Wahyono)
Lima tahun belakangan ini aku merasa perjalananku semakin berat. Dulu dengan GL 100 aku masih bisa memacu mesin dengan kecepatan rata-rata 70, kini paling hanya 40. Jalanan semakin padat. GL 100-ku yang sudah renta bersaing dengan motor keluaran terbaru jelas tidak bisa. Aku hanya bisa merawatnya agar masih boleh bisa sampai di tempat kerja dengan selamat.


(JENDELA – LEMBAGA RELIGIUS)
Suster-Suster Misi Abdi Roh Kudus (SSpS) : Misi Sampai Ujung Dunia
Servae Spiritus Sanctus (SSpS) atau yang dikenal dengan Suster Misi Abdi Roh Kudus didirikan Arnold Janssen, seorang imam diosesan yang juga mendirikan Societas Verbi Divini (SVD). Arnold Janssen, anak ke-2 dari 11 bersaudara dilahirkan di Goch, Jerman, 5 November 1837. Orangtuanya selalu menekankan hidup doa dan mendengarkan Sabda Allah bagi kehidupan rohani keluarga. Bekal ini yang menjadikan Arnold mantap dalam menapaki jalan panggilannya.


(KONSULTASI KELUARGA)
Anak vs Orangtua (Oleh : Y. Bagus Wismanto)
Beberapa minggu lalu, salah seorang sahabat menyatakan kesedihannya. Anak sulung lelaki yang ia damba-dambakan untuk meneruskan pengelolaan perusahaan keluarga dan sebelumnya bersedia kuliah di Fakultas Ekonomi, ternyata justru ingin mempelajari arsitektur karena ingin menjadi arsitek. Sahabat saya kecewa sekali. Ia bahkan sempat mengancam anaknya. Jika si anak tetap bertekad meneruskan studinya di Jurusan Arsitektur, maka ia sebagai orangtua tidak akan membiayai studi. Sang anak tidak kalah garang. Ia menantang sang ayah dan yakin dapat hidup mandiri tanpa bantuan orangtua karena ia dapat bekerja dan memperoleh penghasilan sendiri.

(TEROPONG)
Luar Biasa (Oleh : Ignatius Haryanto)
Angka statistik manapun mudah untuk menunjuk bahwa dalam hitungan beberapa bulan terakhir ini gangguan, serangan, pembatalan ijin terhadap sejumlah rumah ibadah kelompok Kristen dan Katolik di wilayah Jabodetabek meningkat dengan pesat. Tentu kita tidak gembira dengan angka statistik ini. Justru sebaliknya, kita makin prihatin bahwa kewajiban untuk melaksanakan Sila Pertama dari Pancasila kita “KeTuhanan Yang Maha Esa”, mendapat tentangan justru dari mereka-mereka yang seharusnya juga mengamalkan sila yang sama.


SUPLEMEN JEJAK
Pengantar
Ordo Salib Suci/Ordo Sanctae Crucis (OSC) pada bulan September 2010 ini genap 800 tahun kehadirannya di dunia. OSC mendapat pengakuan resmi sebagai komunitas religius dari Takhta Suci Vatikan pada 23 Oktober 1248 di zaman Paus Innocentius IV. Kini, OSC tidak hanya ada di Belgia, namun tersebar ke negara lain, termasuk Indonesia.



Lahir dari Tempat Cahaya
Bulan September 2010 ini, Ordo Salib Suci/Ordo Sanctae Crucis (OSC) merayakan 800 tahun kelahirannya. Perayaan besar ini dipusatkan di Biara Induk Santa Agatha, tidak jauh dari kota Nijmegen, Belanda. Perwakilan OSC dari seluruh dunia berdatangan ke tempat ini, termasuk dari Indonesia. Biara Santa Agatha ditetapkan sebagai tempat perayaan karena biara ini memiliki peranan penting dalam perjalanan sejarah OSC.


Kiprah dan Buah Karya OSC di Indonesia
Karya OSC Provinsi Sang Kristus di Bandung sejak dulu sudah terlibat dalam dunia pendidikan. Meskipun anggota ordo ini memang belum banyak dipersiapkan secara khusus menangani pendidikan. Inilah kehebatannya, kecil tetapi indah. Sejak dulu sudah ada anggota OSC yang berkecimpung dalam pelayanan dunia pendidikan. Mereka telah membuka sekolah-sekolah sampai ke pelosok, terutama sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Salib Suci.


Menurut Saya, OSC itu...
Perkembangan OSC tentu tak lepas dari peran serta dan dukungan umat, khususnya di Keuskupan Bandung. Seperti apa kesan mereka terhadap OSC? Dominicus Nicholas (17), alumnus Rencontre 2010, sebuah acara di mana OSC berperan mengumpulkan para siswa-siswi SMA untuk berkumpul dan melakukan kegiatan bersama. Menurut siswa kelas tiga SMA Santa Angela Bandung ini, Rencontre acara yang merupakan hasil kerja keras para frater OSC untuk mendukung persahabatan para siswa dan siswi SMA Katolik di Bandung.


Melayani di Manapun
”Serving where needed”, inspirasi singkat yang tertempel di pintu samping Biara Salib Suci tiga tahun silam (2007) memaksa saya untuk menemukan artinya dalam konteks masyarakat Asmat saat ini (2010). Kalimat inilah yang menyemangati para krosier – sebutan untuk anggota Ordo Salib Suci/Ordo Sanctae Crucis (OSC) – perdana memasuki Asmat, 15 Desember 1958. Mereka adalah Pastor Frank Pitka OSC, Pastor Delmas Hesch OSC, Bruder Joseph de Louw OSC, dan Bruder Clarence Neuner OSC, yang semuanya berasal dari OSC Provinsi Santa Odilia Amerika Serikat.

Bertolaklah ke Tempat yang Dalam
Umat Keuskupan Bandung perlu didorong dan disemangati untuk memahami sejarah keuskupannya. Hal ini penting untuk menunjang perkembangan iman kekatolikan mereka. Demikian pesan Uskup Bandung Mgr Johannes Pujasumarta Pr terkait peringatan Yubileum 800 tahun OSC. Melalui blognya, ia menulis serangkaian kesan dan pesannya untuk OSC.

Sosok Imam OSC
”Saya punya kebiasaan memakai baju koko dan kopiah terutama bila ada pertemuan lintas agama. Kebiasaan ini membuat saya sering dipanggil dengan sebutan wak haji oleh tukangtukang ikan di sekitar Cigugur, Kuningan, Jawa Barat.” Itulah cerita Pastor Yoanes Cantius Abukasman OSC (55) tentang kebiasaannya memakai busana bernuansa muslim. ”Saya pakai kopiah dan baju koko untuk mencairkan hubungan dalam bermasyarakat,” tuturnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

eXTReMe Tracker

Popular Posts

Majalah HIDUP Terbaru

"Belarasa Gereja bagi Petani"
EDISI 25, Minggu 20 Juni 2010
Lihat daftar isi
EDISI MINGGU SEBELUMNYA
"Pendidikan Vokasi"
EDISI 24, Minggu 13 Juni 2010
"50 Tahun Atma Jaya Jakarta"
EDISI 23, Minggu 06 Juni 2010
"Panggilan Imam di Flores"
EDISI 22, Minggu 30 Mei 2010
"UU Penodaan Agama"
EDISI 21, Minggu 23 Mei 2010
"Buku vs Dunia Maya"
EDISI 20, Minggu 16 Mei 2010
• Alamat Redaksi Jl. Kebon Jeruk Raya No. 85, Batusari Jakarta 11530 (Kotak Pos 2197 Jakarta 10021), Telp. (021) 5491537, 5308471, 5490546, Fax. (021) 5485737, e-mail: hidup@indo.net.id • Alamat Tata Usaha/Sirkulasi/Iklan Jl. Katedral No.5 Jakarta Pusat 10710, Telp. (021) 2314403/3520214/3454159/3857859 (Iklan), Fax. (021) 3451381, e-mail: hidup@centrin.net.id • Informasi Liputan Kirim ke Fax: 021-5485737, e-mail: hidup@indo.net.id • Bank BRI Cabang Jakarta Veteran, No. Rek. 0329-01-000616-30-8 atas nama Majalah Mingguan HIDUP • Bank Mandiri Cabang Gambir, No. Rek.119-0080000050 atas nama Majalah Mingguan HIDUP • BCA Cabang Pintu Air, No. Rek. 106-300046-2, atas nama Yayasan HIDUP Katolik • Rekening Dinas Giro dan Cek Pos No. A128.18

Majalah HIDUP Tersedia di Toko-toko berikut ini: