Edisi 47 SAGKI dalam Bayangan Merapi

Sajian Utama:
Gimin menghadiri SAGKI 2010 sebagai peserta aktif. Ia membawa kisah, sebagaimana narator lainnya juga membawa cerita. ”Orangtua saya terlibat G-30 S/PKI, sehingga saya harus mengalami banyak tantangan dalam perjalanan hidup saya, dari cap anak PKI, kafir hingga...” Persis bersamaan dengan penutupan SAGKI, ledakan Merapi mencapai puncaknya. Pulang seusai SAGKI, ia langsung bergabung dengan para pengungsi. Pekatnya abu merapi, kelelahan yang mendera, membuat ia terjatuh di dekat pengungsian karena kantuk yang tak tertahankan. Ia berbaring di rumah sakit karena menderita patah tulang belakang. Lain lagi kisah Maria Florida, kelahiran Flores. Dalam situasi sulit di Batam, ia dibantu orang Jawa Muslim, Pak Rajimun. Banyak kisah bertemu di SAGKI. Dan, kisah-kisah itu memberi inspirasi, sebagaimana juga dilontarkan oleh budayawan Muslim Mohammad Sobary, ”Kuburan Katolik: Wilayah Bebas Agama.”


KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):
Memahami Aneka Wajah Yesus: Dari Camat ke Tukang Kedai
Maria Florida Bunga Makin, yang lahir di Desa Loro, Larantuka, 27 November 1973, Flores, menjadi lebih jelas dalam memahami aneka wajah Yesus ketika merantau ke berbagai tempat di negeri ini. ”Pengalaman hidup di Malang merupakan awal pembentukan diriku untuk hidup dalam sebuah situasi yang pluralis, berani menerima siapa saja dari berbagai suku dan budaya. Tanpa saya sadari pengalaman awal ini yang mempersiapkan diri saya untuk memasuki ingar-bingar Pulau Industri-Batam, dengan aneka manusia dari berbagai sudut Nusantara.”

Kuburan untuk Semua Agama
Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2010 merupakan perayaan panggilan Gereja untuk mewartakan Kabar Gembira Keselamatan (Evangelisasi). Jadi, Mewartakan Kabar Gembira Keselamatan atau yang kerap disebut Evangelisasi merupakan hal yang paling esensial dalam SAGKI ini. Meski di sana-sini Mohammad Sobary, budayawan Muslim, mengutip Romo (Y.B.) Mangunwijaya yang Katolik, tidak terhindarkan narasi yang disampaikan dalam salah satu sesi sidang SAGKI (3 November 2010) boleh disebut ”Evangelisasi ala Sobary”.

Benedictus Gimin Setyo Utomo: Peserta SAGKI dari Lereng Merapi
Hampir semua narator punya pengalaman dahsyat. ”Orangtua saya terlibat G-30 S/PKI, sehingga saya harus mengalami banyak tantangan dalam perjalanan hidup saya, dari cap anak PKI, kafir hingga perlakuan tidak enak sampai tidak berani keluar dari lingkungan rumah kalau tidak dengan orangtua. Karena selalu dikerjai sama kakak-kakak seumuran saya.” Mungkin Benedictus Gimin Setyo Utomo dari Paroki Sumber Keuskupan Agung Semarang, dengan sadar masih menggunakan PKI mengikuti sebutan G-30S, untuk mengungkapkan betapa pahit pengalaman bertahun-tahun sepanjang Orde Baru.


BEBERAPA KUTIPAN-KUTIPAN ISI MAJALAH:
(TAJUK)
SAGKI
Pertengahan Oktober lalu, penulis bertandang ke sebuah kota di Pulau Jawa. Kota ini dikenal sebagai kota santri. Beberapa pondok pesantren besar dengan ribuan santri yang menghuni di dalamnya mewarnai lalu lalang kota ini. Penulis hendak bermaksud mengunjungi satu pondok yang boleh dikatakan komunitas Islam terpenting di Indonesia. Di dalam lingkungan pondok ini ada makam keluarga ‘darah biru’ pembangun pondok ini, dan bahkan pendiri kelompok Islam terbesar di negeri ini.


(KABAR JAKARTA)
Seminar Kerukunan Agama
Kaukus Wartawan Indonesia (Kawan), Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI), Union Catholique Internationale de la Presse (UCIP) mengadakan seminar sehari di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Rabu, 10/11. Sejumlah pakar teologi lintas agama menjadi pembicara pada acara ini. Mereka adalah...

Pensi Sekolah Cahaya Harapan
Memperingati Hari Pahlawan, Sekolah Katolik Cahaya Harapan Bekasi mengadakan pentas seni di Gedung Pertemuan Pacuan Kuda Pulomas, Jakarta Timur, Jumat, 5/10. Acara bertema “Dengan Semangat Hari Pahlawan Kita Membangun Bangsa Indonesia” ini juga terselenggara atas kerjasama Sekolah Katolik Cahaya Harapan, SLB Tuna Grahita Sang Timur Jakarta, Panti Asuhan Taman Fioreti Pondok Gede, Jakarta Timur, dan Rumah Singgah Kelapa Gading, Jakarta Utara.

St Clara Peduli Bencana
Menanggapi bencana alam yang beruntun menimpa Indonesia, Paroki Santa Clara Bekasi Utara berinisiatif membentuk Panitia Gerakan Aksi Peduli Kemanusiaan. Dalam waktu tidak sampai dua minggu, penggalangan bantuan berupa barang dan uang sudah terkumpul di Posko Santa Clara, Bekasi Utara.

Gedung Baru SMP St Yoseph
SMP Yayasan Penyelenggaraan Illahi Indonesia (YPII) St Yoseph mengadakan Misa pemberkatan dan peresmian gedung baru SMP YPII St Yoseph, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu, 6/11. Misa dipimpin Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo, didampingi Pastor Nicolaus Dibyodarmadja SJ, Pastor Fransiskus Xaverius Widyatmoko SJ, Pastor Suherman Pr, dan Pastor Th.Ag.Murdjanto Rochadi Widagdo Pr.

Ultah ILP ke-33
International Language Program (ILP) merayakan HUT ke-33 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Selatan, Jumat, 5/11. ILP juga mengadakan program kursus gratis bagi para suster, bruder, dan imam. Perayaan hari jadi ini dihadiri ribuan siswa, karyawan, dan pengurus cabang ILP yang ada di Indonesia. Acara ini dimeriahkan Agnes Monica didukung band-band dari outlet-outlet ILP se-Jabodetabek dan Daniel Mananta sebagai pemandu acara.

Baksos Unika Atma Jaya
Selama tiga hari, Kamis-Sabtu, 21-23/10, mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Unika Atma Jaya Jakarta menyelenggarakan kegiatan Ties of Counseling (TOC) XIV. Acara ini bertema “Menumbuhkan semangat empati melalui pengalaman nyata sebagai suatu dasar menjadi konselor yang professional.”

20 Tahun Putri Sion
Minggu sore, 31/10, umat yang menghadiri Misa Kudus pukul 17.00 di Gereja St Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, mendapat suvenir sebuah hiasan kunci dan pembatas buku berhiaskan foto-foto kegiatan Komunitas Putri Sion. Misa ini sekaligus merupakan perayaan 20 tahun Komunitas Putri Sion.

Seminar Maria Stasi Albertus
Kelompok kategorial Legio Maria dan Seksi Kitab Suci mengadakan Seminar Santa Perawan Maria di Stasi St Albertus Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 23/10. Acara yang diikuti sekitar 550 peserta ini sifatnya wajib bagi para calon krisma dan katekumen. Hal ini ditetapkan Seksi Pewartaan Stasi Santo Albertus.


(NUSANTARA)
Seminari Jadi Tempat Pengungsian
Letusan Merapi tak kunjung berakhir. Batas area aman pun diperluas menjadi 20 kilometer. Hal ini membuat jumlah pengungsi makin banyak. Seminari Tinggi Kentungan dan Seminari Menengah Mertoyudan pun menjadi tempat pengungsian. Salah seorang pengungsi yang berada di Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan Yogyakarta adalah Suster Catharina Sutinah dari Tarekat Putri-Putri Yesus Kristus (PPYK). Selama ini ia tinggal di Biara PPYK Kregan, Pakemgede, Pakembinangun, Sleman, DI Yogyakarta.

Rapat Pleno Komisi Kepemudaan KWI
Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komkep KWI) mengadakan rapat pleno di Via Renata Puncak, Bogor, Jawa Barat, Selasa-Sabtu, 26-30/10. Rapat bertema “Menemukan Wajah Yesus dalam Pastoral Orang Muda Katolik” ini dihadiri seluruh Ketua dan Staf Komisi Kepemudaan Keuskupan seluruh Indonesia.

De Britto Education Fair
SMA Kolese Johannes de Britto Yogyakarta mengadakan “De Britto Education Fair 2010” mengusung tema ”Membuka Wawasan Menggapai Masa Depan”. Kegiatan berlangsung di SMA Kolese de Britto, Sabtu-Minggu, 23-24/10. Ketua panitia Th. Sukristiyono menjelaskan, acara ini merupakan De Britto Education Fair yang kelima. Acara ini diikuti 37 perguruan tinggi dan lembaga atau agen pendidikan tinggi dari dalam dan luar negeri.

25 Tahun Bina Iman
Kelompok Bina Iman Pondok Gembira, Paroki Bunda Maria Sapta Kedukaan Pandu, Bandung, Jawa Barat mengadakan Misa Syukur dan Open House guna memperingati 25 tahun usianya, Minggu, 31/10. Misa yang dihadiri sekitar 700 anak Bina Iman ini berlangsung meriah. Dalam sambutannya, Pastor A. Sudarno OSC selaku Kepala Paroki berharap agar Bina Iman ini dipelihara dan dirawat terus hingga tetap lestari.

Ekaristi Kreatif OMK3R
Orang Muda Katolik Katedral Kristus Raja (OMK3R) menampilkan paduan suara dengan iringan keroncong, saat Misa memperingati Sumpah Pemuda, di Gereja Katedral Kristus Raja Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis, 28/10. Mereka juga mengisi dengan aksi teatrikal.

Keuskupan Timika Peduli Wasior
Menanggapi banjir di Wasior, Teluk Wondama, Papua, Keuskupan Timika membentuk Tim Peduli Wasior yang berpusat di Dekanat Teluk Cendrawasih. Hal ini diungkapkan dalam pertemuan di Gereja Kristus Sahabat Kita Nabire, Jumat, 22/10.

60 TAHUN WKRI SULUT
Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Sulawesi Utara merayakan ulang tahun ke-60 di Sulawesi Utara dan 86 tahun WKRI, di Paroki Stella Maris Bitung, Sulawesi Utara, Minggu, 30/10. Acara dihadiri sekitar 4.000 anggota WKRI yang datangan dari cabang-cabang WKRI Sulawesi Utara.

MURID ABDI SISWA MENGUNGSI
Sebanyak 83 siswa kelas 11 dan para guru pendamping SMA Katolik Abdi Siswa Jakarta Barat yang sedang mengikuti program live-in di Paroki Santa Maria Lourdes Sumber, Muntilan, terpaksa mengungsi karena letusan Gunung Merapi, Rabu, 27/10.

PANCA WINDU SMK ST YOSEPH
SMK St Yoseph Nenuk, Atambua, NTT merayakan panca windu berdirinya di SMK St Yoseph, Jumat, 29/10. Acara dimeriahkan dengan berbagai pertandingan olahraga, seperti sepak bola dan bola voli yang dilakukan hampir sebulan penuh.

SIRAMAN ROHANI PEKANBARU
Dewan Pastoral Paroki Santa Maria A Fatima Pekanbaru, Riau mengadakan acara siraman rohani bagi guru-guru Katolik Paroki Pekanbaru di SD Santa Maria, Pekanbaru, Rabu, 15/9. Acara dihadiri sekitar 100 guru. Mereka berasal dari guru Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Atas.

TAHBISAN IMAM WEETEBULA
Tenaga imam di Keuskupan Weetebula, Sumba, bertambah menjadi lima orang, Rabu, 20/10. Uskup Weetebula, Mgr Edmund Woga CSsR, menahbiskan lima imam baru di Gereja St Klemens Maria Hofbauer, Katkikuloku, Sumba, NTT.


(SAJIAN KHUSUS)
100 Tahun MSC di Tanimbar: Mencetak Pewarta Putra DaerahCongregatio Missionariorum Sacratissimi Cordis Jesu (Misionaris Hati Kudus – MSC) merayakan 100 tahun misi mereka di Tanimbar, Maluku, Kamis, 21/10. Misionaris Hati Kudus merayakan pesta berlian ini di MSC Pastoral Centre di kota Saumlaki, ibu kota kabupaten Maluku Tenggara Barat. Perayaan ini juga sekaligus menjadi momen peresmian Pastoral Centre.

Johanis Mangkey MSC: Babak Baru MSC di Tanimbar
Peringatan dan Perayaan 100 tahun MSC di Tanimbar merupakan salah satu perayaan besar Misionaris Hati Kudus (MSC). Tanimbar adalah salah satu misi yang dibuka oleh MSC, bukan misi warisan dari tarekat lain. Berapa Paroki MSC yang ada di Tanimbar? Kebijakan uskup sekarang adalah Tanimbar seluruhnya dipegang oleh pastor-pastor dioses. Bagi serikat MSC hal ini adalah wajar. Keuskupan adalah sepenuhnya dibawah uskup. Sehingga kebijakan yang diambil oleh uskup, adalah yang terbaik untuk keuskupan.


(KESAKSIAN)
Melayani dengan Hati
Simprosius Leki meninggalkan kampungnya di Belu Selatan, NTT, merantau ke Timor Leste, tahun 1997. Lelaki muda ini bekerja sebagai tenaga honorer di Kantor Pos Suai. Setiap hari dengan sepeda motor, ia berkeliling dari kampung ke kampung mengantar surat dan paket. Ia bekerja dari pagi hingga siang, bahkan sering sampai sore. Sebelum surat atau paket terakhir diserahkan kepada penerima, ia tidak akan kembali ke kantor. Batinnya tidak tenang bila surat atau paket tidak sampai kepada penerima.


(MIMBAR)
Menyikapi Penderitaan dan Bencana (Oleh: Agustinus Wisnu Dewantara)
Dewasa ini aneka bentuk penderitaan melekat dalam hidup kita sehari-hari, baik itu penderitaan dalam tarafnya yang paling ringan sampai ke yang paling berat sekalipun. Bukankah kalau mau jujur, masyarakat Indonesia dewasa ini amat akrab dengan rentetan beban penderitaan?


(KONTAK-KONTAK)
Mengaum dalam Jiwa
Bisa jadi hampir semua di antara kita pernah merasa kesal terhadap seseorang. Bahkan, bagi sebagian orang, kekesalan itu telah berkembang menjadi kebencian. Tak jarang orang memendam kebencian hingga mendarah daging dan berlangsung dalam waktu yang lama.


(APA DAN SIAPA)
KH Abdul Muhaimin: Indah dan Bangga
Christian Joseph Morata Bautista: Menjadi Berkat
Ninta Yovita: Peserta Termuda
Andre Setiawan: Cinta Musik


(JENDELA)
Jejak KITA: Pelayanan Profesional
Panitia SAGKI 2010 juga melibatkan orang-orang yang kompeten di bidang animasi, untuk menggairahkan suasana sidang. Mereka berhimpun dalam satu Tim Animasi. Dua di antara mereka adalah Thomas Satriyanto dan Theodorus Singgih Susatya. Keduanya, kebetulan menekuni bidang pelatihan, di sebuah lembaga usaha yang sama, yakni Jejak KITA. Thomas Satriyanto sendiri mendapatkan kepercayaan sebagai Ketua Tim Animasi SAGKI 2010, yang berlangsung 1-5 November 2010, di Caringin, Bogor.

Personil Jejak KITA
Anton Binsar Ssos, lahir di Jakarta, 1977. Ia mengenyam pendidikan di Kolese Gonzaga. Selanjutnya, ia melanjutkan kuliah di Polman Astra. Setelah bekerja selama hampir tiga tahun di salah satu pabrik boneka terbesar di Indonesia, ia memutuskan untuk memaksimalkan diri di sebuah perusahaan MLM yang telah ditekuni sejak 2001.


(EKSPONEN)
Stefan Leks: Menyukacitakan Tuhan
Di perpustakaan pribadi, Stefan Leks terbenam dalam aktivitas menulis. Saat keheningan malam menyeruak, alur pemikirannya mengalir lancar... Membaca, belajar, mengajar, dan menulis merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam diri Stefan. Semua itu bermuara pada karya-karyanya di bidang rohani, khususnya tulisan-tulisan mengenai Kitab Suci.


(RENUNGAN HARIAN)
Ia Mempersembahkan Hidup-Nya (Oleh: Johanes Jarot Hadianto)
Saat persembahan telah tiba, tempat kolekte mulai beredar. Kotak kayu kecil berwarna cokelat itu segera berpindah dari tangan ke tangan. Memenuhi nasihat Injil (Mat 6:3), umat tampak waspada ketika tangan kanannya memasukkan uang. Jangan sampai tangan kiri tahu besarnya uang tersebut, apalagi tetangga sebelah! Tiba giliran saya, hal yang sama saya lakukan. Celaka, mendadak terdengar bunyi uang logam membentur kayu, ”Klotak!”


(KONSULTASI IMAN)
Makam Raja Daud (Oleh: Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM)
Ketika berziarah ke Tanah Suci di Yerusalem, kami diperlihatkan sebuah ruangan yang katanya adalah ruang perjamuan malam terakhir (Mrk 14:12-16; Luk 22:7-13). Dikatakan bahwa di ruang yang sama Yesus menampakkan diri dua kali kepada murid-murid-Nya setelah kebangkitan-Nya (Yoh 20:19-23; 21:24-29). Juga di ruang yang sama para murid berdoa menunggu turunnya Roh Kudus dan di sanalah Roh Kudus turun atas para Rasul (Kis 2:1-4). Yang mengherankan ialah bahwa di bagian bawah dari ruang perjamuan malam terakhir ini terdapat makam Raja Daud. Mengapa tentang adanya makam raja yang sedemikian terkenal di Israel ini tidak dikatakan sama sekali dalam kitab-kitab Injil, padahal Israel begitu menghormati Raja Daud sebagai raja yang maha agung? Dan mengapa makam Raja Daud yang begitu terkenal dan dihormati itu sedemikian sederhana?

Gunawan Raharja, Surabaya


(MANCANEGARA)
Komisi Katolik Berbicara Upah
Komisi Katolik untuk Urusan Tenaga Kerja (Catholic Commission for Labour Affairs - CLA) Hongkong menyatakan bahwa pemerintah menggunakan data lama untuk menetapkan upah minimum. Demikian dilansir ucanews.com, Kamis, 11/11/2010.

Gereja Peduli Pengungsi Myanmar
Lebih dari 200 orang diungsikan ke La Salle Learning Center, Sangkhlaburi, Thailand. ”Ini merupakan tempat sementara untuk keamanan mereka. Warga Myanmar yang datang ke sini sangat menderita dan kelelahan,” kata Bruder Victor Gil Munoz, Direktur La Salle Learning Center, sebagaimana dilansir ucanews.com, Kamis, 11/11.

Para Uskup
Pastor Douglas Regattieri, imam Diosesan Capri, Italia, ditunjuk sebagai Uskup Cesena-Sarsina, Italia, 8 Oktober 2010. Pastor Douglas (61) akan ditahbiskan sebagai uskup pada 28 November 2010. Uskup Cesena-Sarsina sebelumnya, Mgr Antonio Lanfranchi (63), ditunjuk sebagai Uskup Agung Modena-Nonantola, Italia, 27 Januari 2010.


(CERPEN)
Selalu Secara Baru (Oleh: Rinandari P)
Tulisan itu menyertai foto seorang suster tua. Di bawahnya tertera tanda tangan Sr Catharina CB. Almarhum ibuku memberikan foto plus kata-kata aneh ini ketika aku duduk di kelas 5. Menurut ibuku, suster ini sangat disiplin dan galak, tetapi dia justru menjadi idola ibuku.


(JENDELA – LEMBAGA RELIGIUS)
Suster-Suster Dina St Joseph (DSY): Hamba Miskin yang Siap Menolong
Kongregasi Suster-Suster Dina St Joseph (DSY) didirikan di Heerlen, Belanda. Kongregasi ini dibentuk Pastor Petrus Joseph Savelberg pada 21 Juni 1872. Pastor Joseph Savelberg lahir di Heerlen pada 10 Februari 1827. Ia anak ketiga dari pasangan Alexander Savelberg dan Anna Elisabeth. Ayahnya berharap Joseph menjadi seorang pedagang dan meneruskan usaha sang ayah. Maka, Joseph tak diijinkan meneruskan pendidikan di seminari. Ia pun belajar di sekolah perdagangan di Rolduc. Namun, bibit panggilan telah tertanam di hati Joseph.


(KONSULTASI KELUARGA)
Berdamai dengan Masa Lalu (Oleh: H.M.E. Widiyatmadi)
Beberapa waktu lalu, saya ”terpaksa” bermalam di ruang tunggu Bandara Sepinggan, Balikpapan. Saya salah membaca waktu pemberangkatan, sehingga tertinggal penerbangan terakhir ke Yogya malam itu. Ternyata, di situ ada penumpang yang senasib dengan saya. Dia seorang bapak berusia 70-an, dengan raut wajah dan penampilan yang jauh lebih muda dari usianya. Sebut saja namanya ”X”. Gara-gara terlalu ”enjoy” menikmati jus apel di counter minuman, dia tertinggal penerbangan.


(TEROPONG)
Obama (Oleh: Adrianus Meliala)
Akhirnya, Barrack Obama, Presiden Amerika Serikat, jadi juga datang ke Indonesia walau hanya 20 jam. Presiden yang pernah menghabiskan masa kecilnya selama empat tahun di negeri ini, konon, masih ingat dengan berbagai hal yang pernah ditemuinya, seperti Gedung Sarinah, soto ayam, dan sekolahnya di Menteng.


SUPLEMEN JEJAK - SAGKI
Mari Berkisah tentang Yesus
Beberapa minggu sebelum Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) diselenggarakan, umat Katolik seluruh Indonesia telah mendaraskan doa SAGKI pada Misa hari Minggu, harian, dan melalui doa-doa lingkungan. Kegiatan ini menjadi gerakan awal atas hajatan iman yang merupakan sebuah perayaan bersama dan telah mencapai puncaknya di Wisma Kinasih, Caringin, Bogor, Jawa Barat, 1-5/11.

Menggali Kekayaan Kisah
Di awal homili ketika memimpin Ekaristi ulang tahun hidup berkeluarga atau hidup membiara, saya mengatakan, yang paling baik, mendengarkan kisah pengalaman hidup yang sedang bersyukur. Hal ini bisa dianggap basa-basi, karena akhirnya saya yang membawakan homili. Tetapi, di balik “basa-basi” ini tersembunyi keyakinan pribadi saya, kesaksian hidup yang dilandaskan pengalaman nyata dan dikisahkan dengan sederhana, mempunyai daya yang tidak ditemukan dalam renungan sebaik apa pun.

Dialog dengan Kebudayaan
Para Narator Publik memulai kisah sub tema pertama SAGKI 2010, yaitu pergumulan dalam konteks kebudayaan. Adi Kurdi dalam dunia seni, Hendrika dalam kelompok etnis Dayak, dan Maria Florida dalam masyarakat migran, di Wisma Kinasih, Caringin Bogor, Selasa, 2/11. Sub tema pertama dipilih para uskup untuk menggali pengalaman iman sebagai umat Katolik dalam konteks kebudayaan di mana ia tinggal atau berkarya. Pelbagai kisah diutarakan para utusan dari tiap keuskupan dalam Narasi Kelompok.

Dialog dengan Agama dan Kepercayaan Lain
Pada hari ketiga, Rabu, 3/11, para peserta SAGKI 2010 mencoba untuk bernarasi dalam tema “Mengenali Wajah Yesus dalam Dialog dengan Agama dan Kepercayaan Lain”. Dalam Narasi Publik, tiga orang yang menjadi narator atas tema kedua ini adalah Mohammad Sobary dari agama Islam, Bhikku Sri Panyavarro dari agama Buddha, dan Ngongo Padi dari kepercayaan Marapu, Sumba. Ketiganya berkisah mengenai kehidupannya sebagai umat non-Katolik dalam berelasi dan memandang umat dan agama Katolik.

Dialog dengan Kaum Marjinal
Sub tema ketiga, “Mengenali Wajah Yesus dalam Dialog dengan Kaum Marjinal” mengajak peserta untuk berkisah dan berefleksi mengenai pergumulan iman orang-orang yang mengalami proses marjinalisasi dan yang memperjuangkan hak orang-orang miskin dalam kondisi tidak berdaya. Hari keempat, Kamis, 4/11, dibuka dengan Narasi Publik Benedictus Gimin yang mengalami proses marjinalisasi, Pastor Jhon Bunay yang berjuang bagi kaum miskin di Papua, dan Beatrix Mali yang memberdayakan orang-orang miskin di Maumere.

Mengedepankan Transformasi Budaya
Ekspresi syukur orang Papua, menurut Pastor Neles Kebadabi Tebay, terungkap dalam kata-kata ‘wah...wah...wah...wah’. Ini adalah ekspresi orang yang menikmati keselamatan. Semakin lama dan panjang ulangannya, semakin dalam makna pengalaman keselamatannya. “Pengalaman kita dalam kebudayaan masing-masing memperlihatkan Allah sudah hadir dalam setiap kebudayaan. Oleh karena itu, kita patut bersyukur,” papar salah satu Tim Perumus SAGKI 2010 yang secara khusus merumuskan refleksi teologisnya terkait tema “Mengenali Wajah Yesus di dalam Keberagaman Budaya”, Selasa, 2/11.

Mewujudkan Persaudaraan Sejati
Perjumpaan dengan guru-guru sejati membawa pertobatan. Perjumpaan dengan Guru Ilahi memberi keselamatan seperti kata-kata Yesus kepada Zakheus yang berbunyi, “Hari ini telah datang keselamatan dalam rumah ini.” Begitu tutur Pastor Raymundus I Made Sudhiarsa SVD dalam refleksi teologisnya terkait tema “Mengenali Wajah Yesus dalam Dialog dengan Agama dan Kepercayaan Lain”, Rabu, 3/11.

Spiritualitas yang Menyelamatkan
“Kedua teolog sebelumnya, yaitu Pastor Neles Tebay Pr dan Pastor Ray Sudiarsa SVD adalah dua orang yang berbobot. Bobot Pastor Neles sekitar 92 kg, bobot Pastor Ray sekitar 74 kg, sedangkan saya kurang dari 60 kg. Saya hadir di sini sebagai lambang kemiskinan sebagai si miskin dan yang terpinggirkan,” tutur Pastor William Chang OFMCap. Cerita tentang kemiskinan dan peminggiran yang bermula dari mama-mama John Bunay di Papua, pertanian Mas Gimin, dan malarianya Mediatrik Mali dalam Narasi Publik dan Narasi Kelompok adalah buah proses pemiskinan dan peminggiran diri.

SAGKI 2010: Wajib Solider dengan Orang Miskin
Penyelenggaraan SAGKI (Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia), 1- 5 November 2010 di Wisma Kinasih Caringin, Bogor, Jawa Barat telah berakhir. Inilah sebagian hasil Sidang Agung lima tahunan tersebut. Peserta SAGKI 2010 berjumlah 385 orang, terdiri dari uskup, imam, biarawan-biarawati, dan awam. Mereka datang dari 37 keuskupan di Indonesia. SAGKI 2010 mengangkat isu: Keragaman Budaya; Dialog dengan Agama dan Kepercayaan; dan Kemiskinan.

Liku-liku Geliat SAGKI
Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Pertemuan akbar bagi orang Katolik ini selalu menyedot perhatian. Setelah penyelenggaraan SAGKI ketiga sebelumnya, kini SAGKI 2010 melangkah lebih mantap. Pembukaan SAGKI, Senin sore, 1/11, dibalut rintikan hujan yang membasahi pelataran Wisma Kinasih, Caringin-Bogor.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

eXTReMe Tracker

Popular Posts

Majalah HIDUP Terbaru

"Belarasa Gereja bagi Petani"
EDISI 25, Minggu 20 Juni 2010
Lihat daftar isi
EDISI MINGGU SEBELUMNYA
"Pendidikan Vokasi"
EDISI 24, Minggu 13 Juni 2010
"50 Tahun Atma Jaya Jakarta"
EDISI 23, Minggu 06 Juni 2010
"Panggilan Imam di Flores"
EDISI 22, Minggu 30 Mei 2010
"UU Penodaan Agama"
EDISI 21, Minggu 23 Mei 2010
"Buku vs Dunia Maya"
EDISI 20, Minggu 16 Mei 2010
• Alamat Redaksi Jl. Kebon Jeruk Raya No. 85, Batusari Jakarta 11530 (Kotak Pos 2197 Jakarta 10021), Telp. (021) 5491537, 5308471, 5490546, Fax. (021) 5485737, e-mail: hidup@indo.net.id • Alamat Tata Usaha/Sirkulasi/Iklan Jl. Katedral No.5 Jakarta Pusat 10710, Telp. (021) 2314403/3520214/3454159/3857859 (Iklan), Fax. (021) 3451381, e-mail: hidup@centrin.net.id • Informasi Liputan Kirim ke Fax: 021-5485737, e-mail: hidup@indo.net.id • Bank BRI Cabang Jakarta Veteran, No. Rek. 0329-01-000616-30-8 atas nama Majalah Mingguan HIDUP • Bank Mandiri Cabang Gambir, No. Rek.119-0080000050 atas nama Majalah Mingguan HIDUP • BCA Cabang Pintu Air, No. Rek. 106-300046-2, atas nama Yayasan HIDUP Katolik • Rekening Dinas Giro dan Cek Pos No. A128.18

Majalah HIDUP Tersedia di Toko-toko berikut ini: