Edisi 10 : Relikwi Don Bosco

Sajian Utama:
Bertepatan dengan perayaan 200 tahun berdirinya Tarekat Salesian Don Bosco (SDB), dan 25 tahun kehadiran SDB di Indonesia, diadakan kegiatan membawa keliling relikwi pendiri SDB, St Yohanes Bosco, pencinta kaum muda ke seluruh negara di mana SDB berkarya. Tanggal 9-11 Maret 2011 ini, relikwi St Yohanes Bosco mengunjungi Indonesia, tepat di Paroki Don Bosco Danau Sunter, Jakarta Utara. Dalam kunjungannya akan diadakan seminar, Misa bersama Uskup Agung Jakarta, Surabaya, dan Purwokerto, serta ziarah untuk umat. Umat yang ingin menyaksikan dan menghormati relikwi St Yohanes Bosco silakan datang ke Paroki Don Bosco Danau Sunter.


KUTIPAN LEAD SAJIAN UTAMA (SAJUT):
Yohanes Boedirahardjo Soerjonoto:Dari Krisma ke Delegatus SDB Indonesia
Buku “Aneka Cerita tentang Don Bosco” mengguratkan kesan mendalam di benaknya. “Hidup Yohanes Bosco begitu inspiratif, kaya, dan mempesona,” ungkapnya. Ia memperoleh buku itu dari pionir Salesian Don Dosco (SDB) di Indonesia, Pastor Jose Carbonell Llopis. Seketika ketertarikan Boedi untuk berhimpun dalam tarekat SDB menyeruak.

St Yohanes Bosco (1815-1888): Pengabdian Bosco Bagi Anak-anak
Seraya separuh berlari, Yohanes Bosco menyapa seorang imam yang tengah melintasi jalan di Murialdo, Italia. Namun, imam itu terus berlalu tanpa mengindahkannya. Kekecewaan pun menyergap bocah yang bercita-cita menjadi imam tersebut. Setibanya di rumah, Bosco langsung menumpahkan perasaannya kepada ibunya. Sang ibu memintanya untuk memaklumi peristiwa itu.

Ziarah Relikwi Don Bosco
Relikwi berupa tangan kanan Santo Yohanes Don Bosco ditakhtakan di Jakarta pada 7-11 Maret 2011. Ziarah relikwi yang digagas oleh Pemimpin Tertinggi SDB (Rektor Mayor) Pastor Pascual Chavez Villanueva ini merupakan bagian dari peringatan 150 tahun kehadiran tarekat Salesian Don Bosco di dunia (1859-2009) dan 200 tahun peringatan kelahiran Santo Yohanes Bosco (1815-2015).

SDB=Serikat Doyan Bola
Saat petang bertandang, lapangan yang menghampar luas di Wisma Salesian Don Bosco Sunter, Jakarta Utara disambangi sekawanan orang muda. Sejurus berselang, mereka asyik bermain sepak bola. Tak ketinggalan para frater dan pastor berhimpun dalam keriuhan permainan. Setiap menjelang senja, suasana di Wisma SDB nyaris tak pernah senyap. Tak hanya orang-orang muda yang larut dalam aktivitas olahraga, ibu-ibu bersama anak-anak kecil pun ikut menyemarakkan suasana.


BEBERAPA KUTIPAN-KUTIPAN ISI MAJALAH:
(TAJUK)
Relikwi
Berasal dari kata Latin reliquuiae, yang berarti sebuah benda, bagian dari tubuh, pakaian dan barang lain, peninggalan yang pernah melekat pada orang suci (Santo/a, Beato/a) yang sudah meninggal. Penghormatan pada relikwi ini merupakan praktik yang sangat primordial, dan memiliki banyak kemiripan dengan praktik religius berbagai agama di dunia. Untuk menyebut satu contoh, di Kota Athena, Yunani, peninggalan yang dipercaya dari Oedipus dan Theseus dihormati oleh masyarakat di sana. Di sana-sini praktik ini juga dijumpai dalam agama Buddha.


(KABAR JAKARTA)
Wujud Kasih Bagi Timika
Ibu-ibu berkebaya putih berjalan beriringan sembari menari dan membawa jajan pasar ala Betawi berupa manisan warna-warni yang disusun seperti sate. Tuanya usia tak mengurangi kelincahan mereka menari dan berlenggak-lenggok mengikuti irama lagu ”Ondel-Ondel”. Ibu-ibu ini adalah anggota Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Wilayah Jakarta Barat II yang mengadakan acara malam dana bagi kelangsungan pendidikan dan masa depan anak-anak di Timika, Papua.

Arisan ARKANSAS
Panitia Tetap Dana Pendidikan Keuskupan Agung Semarang (Pantap KAS) mengadakan pertemuan Arisan Pendidikan dan Sosial KAS (ARKANSAS) di Gedung Guna Elektro, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu, 26/2. Uskup Agung Semarang Mgr Johannes Pujasumarta hadir dalam acara ini. Arisan diawali dengan Misa yang dipimpin Mgr Johannes Pujasumarta.

Pentas Teater TERAS
TERAS 531, salah satu kelompok kategorial Pastoral Mahasiswa Keuskupan Agung Jakarta (PMKAJ), mengadakan pentas teater berjudul “Mimpi Nyumpeno” di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 25/2- Sabtu, 26/2.Pementasan Teater TERAS ini dihadiri Orang Muda Katolik (OMK) dari paroki-paroki KAJ dan para imam. Beberapa pastor yang hadir di antaranya Vikaris Episkopalis KAJ Pastor L. Andang Binawan SJ, Pastor Paroki Santo Ignatius Loyola Jalan Malang, Jakarta Pusat F.X. Pranataseputra Pr, dan Pastor PMKAJ Unit Selatan Markus Yumartana SJ.

HUT RS Elisabeth
Rumah Sakit Santa Elisabeth yang dikelola oleh para suster Ordo Santo Fransiskus (OSF) Semarang memperingati hari jadinya yang kelima di Rumah Sakit Elisabeth, Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 30/1. Misa yang dipimpin Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo didampingi Pembina Rumah Sakit Elisabeth Pastor Peter C. Aman OFM diadakan sebagai wujud syukur atas peringatan ini.

Katekese Ekaristi Paroki Paskalis
Sekitar 200 umat Paroki Santo Paskalis Cempaka Putih, Jakarta Pusat menghadiri katekese Ekaristi dengan tema “Misteri dan Makna Ekaristi” di Paroki Santo Paskalis, Minggu, 13/2. Seminar yang diselenggarakan Seksi Liturgi Paroki Santo Paskalis ini bertolak dari keprihatinan terhadap minimnya pengetahuan dan kurangnya pemaknaan terhadap Perayaan Ekaristi. Akibatnya, Ekaristi terasa hambar, datar, dan tidak menarik.



Kunjungan Direktur JPIC-OFM
Direktur Justice, Peace and Integrity of Creation - Ordo Fratrum Minorum (JPIC-OFM) yang berkedudukan di Roma Pastor Joseph Rozansky OFM tiba di Indonesia, Rabu, 9/2. Ia datang untuk mengunjungi para Fransiskan yang ada di Provinsi Santo Mikhael Malaikat Agung Indonesia. Pastor Joseph – sapaannya - juga hadir untuk melihat karya para Fransiskan di bidang JPIC. Pada Rabu sore, 9/2, di Aula Paroki Hati Kudus Kramat, Jakarta Pusat, diadakan pertemuan dengan sekitar 50 saudara Fransiskan yang ada di Jakarta.

Adorasi Anak Muda
Kata siapa anak muda cuma bisa hura-hura dan tidak bisa duduk diam untuk beradorasi di hadapan Sakramen Mahakudus? Ternyata, anggapan itu tidaklah benar. Hal itu terbukti dalam acara Nightfever di Aula Siti Mariam, Kedoya, Jakarta Barat, Sabtu, 19/2. Kegiatan yang diadakan Komunitas Emanuel untuk Orang Muda Katolik ini bertujuan agar semakin banyak anak muda mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan.

Ibadat Pemancangan Tiang
Pastor Rekan Paroki Trinitas dan Pendamping Panitia Pembangunan Gereja (PPG) Stasi Maria Imakulata Antonius Widiatmoko OMI memimpin Ibadat Pemberkatan dan Pemancangan Tiang Pertama pembangunan Gereja Stasi Maria Imakulata di Perumahan Citra Garden City Tiga, Pegadungan, Jakarta Barat, Senin, 31/1. Disaksikan oleh sejumlah undangan dan umat yang hadir, Pastor Antonius Widiatmoko OMI memberkati tiang pancang pertama, lahan, bahan bangunan, dan alat-alat bangunan yang akan digunakan.

Pelantikan DPP Baru
Dewan Paroki Pleno (DPP) Paroki Regina Caeli dilantik Kepala Paroki Regina Caeli dan Ketua Umum DPH Pastor Bonie Payon SS.CC di Paroki Regina Caeli Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Minggu, 13/2. Kegiatan ini dilakukan setelah pelantikan Dewan Paroki Harian (DPH) Paroki Regina Caeli, Minggu, 6/2. Pelantikan dilakukan dalam Misa pukul 07.45 WIB. Bangku-bangku di depan altar terisi penuh oleh para pengurus DPP yang mengenakan pakaian putih-hitam.


(NUSANTARA)
Pertemuan SIGNIS
Dalam suasana Kupang dan sekitarnya yang masih hijau, para praktisi media elektronik Katolik yang tergabung dalam SIGNIS Indonesia mengadakan Rapat Tahunan di Hotel Romyta, Kupang, NTT, Senin, 14/2 – Jumat, 18/2. Tema yang diangkat adalah ”Empowering Children through Media” atau ”Memberdayakan Anak-anak melalui Media”.

Pekan Hidup Bakti
Forum Komunikasi Lembaga Hidup Bakti Sumatra Bagian Utara (FK LHB – Sumbagut) mengadakan Pekan Hidup Bakti Keuskupan Agung Medan di Pusat Pembinaan Umat (PPU) Pematangsiantar, Sumatra Utara, Jumat, 4/2 – Minggu, 6/2. Pekan Hidup Bakti ini diikuti 128 biarawan-biara- wati dari 22 ordo, kongregasi yang ada di Sumatra bagian Utara.

Pertemuan FPBN
Gerakan buruh di Indonesia saat ini sedang berhenti, tidak memiliki greget. Akibat lemahnya dukungan Gereja dan intervensi globalisasi dan kapitalisme di Indonesia. Demikian Uskup Purwokerto Mgr Julianus Sunarka SJ dalam Misa Pembukaan Pertemuan Tahunan Forum Pendamping Buruh Nasional (FPBN) di Hening Griya Baturaden, Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu, 9/2.

Tokoh Agama Hijaukan Merapi
Para tokoh agama, aktivis, dan para relawan lintas iman berkumpul di Lereng Selatan Gunung Merapi, Sleman, DI Yogyakarta, Senin, 7/2. Mereka datang di Dusun Pangukrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman untuk menghijaukan area lereng Merapi yang masih kering kerontang akibat terjangan awan panas pada awal November lalu.

Seminar KTM
Komunitas Tritunggal Mahakudus (KTM) Distrik Semarang mengadakan Seminar Dasar Hidup Kristiani di Kantor Pelayanan Pastoral Keuskupan Agung Semarang (KPPKAS), Kamis, 13/1 – Minggu, 16/1. Acara ini mengambil tema “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi”. Dengan mengikuti setiap sesi, peserta diharapkan memiliki relasi lebih mendalam secara pribadi dengan Yesus sebagai Tuhan dan penyelamat.

Dua Imam Pringsewu
Uskup Tanjungkarang Mgr Andreas Henrisoesanto SCJ berkenan melantik dua imam yang telah memulai tugas barunya sebagai pastor rekan di Paroki SantoYusup Pringsewu Lampung, Sumatra Selatan, di Paroki Pringsewu, Minggu, 6/2. Dua imam yang masih sangat muda dan bersemangat ini adalah Pastor F. Kurniawan Jati Pr dan Pastor Joko Susilo SCJ. Pelantikan Romo Jati dan Romo Lelo – sapaan mereka -- berlangsung lancar dengan lagu-lagu Gregorian yang membuat suasana khidmat.


(MANCANEGARA)
Terpidana Mati Bibi: ”Tuhan Mendengar Doaku”
Dari penjara Sheikhupura, dekat Lahore, Pakistan, Asia Bibi mengatakan, ”Tuhan mendengar doaku dan akan membantu saya keluar dari sini, pulang kembali bersama keluarga.” Harian El Pais, 2 Februari 2011, sebagaimana dilansir catholicnewsagency.com, memuat wawancara dengan Asia Bibi. Bibi mengungkapkan awal dari jalan Kalvari yang dilaluinya dan tetap menyatakan dirinya tidak melakukan penghujatan.

Manca sekilas
VATIKAN – Berdasarkan ”The 2011 Pontifical Yearbook”, di 2.956 yurisdiksi Gereja di dunia, umat Katolik pada 2009 berjumlah 1.181.000.000 jiwa. Hampir setengahnya berada di Amerika Utara dan Selatan. Di Eropa, 24 persen. Afrika, 15 persen. Di Asia, 10 persen. Sisanya, kurang dari satu persen, tinggal di Oceania.

Lomba Ski Para Imam
Rohaniwan Polandia bermain ski untuk menghormati Yohanes Paulus II, Paus yang berasal dari negara mereka sekaligus berlomba meraih trophi “John Paul II Cup”. Perlombaan Ski Alphine ke-14 ini berlangsung pada 12 Februari 2011 di Wisla.

Rencana Beatifikasi Yohanes Paulus II
Vatikan merilis kabar baru seputar beatifikasi Paus Yohanes Paulus II. Sebagaimana dilansir catholicnewsagency, Jumat, 18/2, perayaan akan berlangsung selama tiga hari, 30 April hingga 2 Mei. Perayaan akan dimulai dengan doa vigili di lapangan terbuka Circus Maximus, Sabtu sore, 30/4. Vigili akan dipimpin Vikaris Jenderal Kardinal Agostino Vallini.

Para Uskup
Mgr Santos Abril y Castelló, 75 tahun, Uskup Agung Tituler Tamada, ditunjuk menjadi Wakil Urusan Rumah Tangga Kepausan, 22 Januari 2011. Sebelumnya, ia adalah Apostolik Nunsio untuk Bolivia (1985-1989), Apostolik Pro-Nunsio untuk Gabon, Kamerun, dan Equatorial Guinea (1989-1996), Apostolik Nunsio untuk Yugoslavia (1996-2000), Apostolik Nunsio untuk Argentina (2000-2003), Apostolik Nunsio untuk Slovenia, Macedonia (2003-2011), dan Bosnia-Herzegovina (2003-2005).


(KESAKSIAN)
Menantang Kesulitan dengan Iman
Ketika sedang belajar di Universitas Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, 2001, Petra Asa dikenal sebagai gadis yang selalu berdoa, mengucap syukur kepada Allah sebelum melakukan kegiatan baik di kampus maupun kegiatan lainnya. Rasanya semangat hidupnya hilang jika ia tidak memulai sesuatu tanpa mohon berkat Tuhan. Namun, kebiasaan baik ini berubah mendadak ketika ia berpacaran dengan seorang pemuda berbeda agama. Sang pemuda menjanjikan akan menikahi Petra bila ia mengikuti agama pemuda itu. Petra yang teguh beriman kepada Yesus semakin goyah dengan rayuan sang pacar.


(MIMBAR)
Liturgi Bukan Entertainment (Oleh: Jacobus Tarigan Pr)
Liturgi yang dirayakan dengan baik, indah, dan sungguh keluar dari hati dapat menumbuhkan, memupuk, dan mengembangkan iman. Oleh karena itu, tanda-tanda dalam liturgi hendaknya sederhana dan mudah dimengerti umat. Doa, nyanyian-nyanyian, dan tanda-tanda/simbol hendaknya mampu mengkomunikasikan iman.

Merefleksikan Petuah Mgr Soegijapranata (Oleh: Cornel Dimas Satrio Kusbinanto)
Tak henti-hentinya nestapa mengoyak negeri ini. Negeri yang konon terlahir dari perbedaan adat istiadat, budaya, dan keyakinan masyarakatnya, malah hancur diterpa oleh badai anarkisme. Bagaimana tidak, hanya berselang dua hari saja kita dikejutkan oleh tindakan anarkis yang mengatasnamakan keyakinan. Bermula dari peristiwa yang menimpa saudara kita di Cikeusik, yang menelan tiga korban jiwa. Kemudian, disusul oleh peristiwa pengrusakan tiga tempat ibadah di Temanggung, merupakan untaian kisah buram yang menyelimuti kehidupan Ibu Pertiwi pada awal tahun ini.


(APA DAN SIAPA)
Maria Claudia FSGM : Memaksimalkan Pelayanan
F.X. Boedi Krisnawan Suhargo: Mengubah Mindset
Ignatius Dirgantara: Seperti Karaoke


(JENDELA)
Komunitas Santo Hieronimus, Semarang: Menimba Langsung dari Ahlinya
Munculnya komunitas ini berawal dari pertemuan yang sering diadakan kaum intelektual kesehatan Kristiani. Salah satu acaranya, pendalaman Kitab Suci. Dalam pertemuan itu, pembicaraan lebih sering didominasi kaum intelektual dari Kristen Protestan. Mereka terlihat lebih mendalami perikop Kitab Suci. Dalam diskusi semacam ini, para intelektual Katolik merasa tidak mampu berbicara apalagi membantah. Mereka hanya dapat menerima saja.


(EKSPONEN)
Albertina Ho SH, MH: Bernovena Sebelum Memutus Perkara
Ketika memutuskan perkara kasus mafia pajak dengan terdakwa Gayus Tambunan, ia tampak sangat tenang, tegas, dan cermat dalam menggali berbagai informasi. Ia tidak merasa takut sama sekali. Bahkan, ketika persiapan membuat putusan, ia masih bisa main tenis dan mengikuti persekutuan doa di kantor. Ia tetap tenang ketika menanyakan kepada terdakwa kasus mafia pajak Gayus Tambunan terkait asal aliran dana Rp 28 miliar itu.

(RENUNGAN HARIAN)
Mundur Isin (Oleh: Dr V. Indra Sanjaya Pr)
Perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur. Itulah judul perikop kita ini sebagaimana tertulis di tempat yang aman. Yesus menceritakan perumpamaan ini kepada mereka. Siapa mereka itu? Kalau kita memperhatikan konteks sekitarnya, maka tampaknya kata ganti ‘mereka’ menunjuk kepada imam-imam kepala, ahli Taurat, dan para penatua. Kemudian dikatakan bahwa mereka “berusaha menangkap Yesus karena tahu bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu” (ay 11).


(BUKU-VCD-KASET)
Kisah ‘Pepe’ dari Alcoy
“Hi, Don Bosco, what are you doing here?” sapanya pada patung Don Bosco setinggi 150 cm di sudut ruangan. Dan anehnya, ia pun seperti mendapat bisikan dari patung tersebut, “I’m waiting for you…” Itulah saat pertama ia berkunjung ke Indonesia. Saat itu, Maret 1985, ia berkunjung ke Sekolah Teknik ‘Budi Mulia’, Desa Putra, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Tampaknya hal tersebut merupakan pertanda bahwa Serikat Don Bosco akan berkibar di Indonesia.

Cara Merancang Liturgi yang Menyapa Hati
Gereja Katolik memiliki kekayaan yang sangat melimpah di dalam liturginya. Namun demikian, seringkali kekayaan tersebut tidak tersaji dengan baik sehingga umat merasa bahwa liturgi Gereja Katolik itu kering dan monoton. Tak sedikit umat yang mengeluh. Bahkan, ada yang meninggalkan Gereja Katolik hanya karena tidak menemukan “sentuhan iman” yang diinginkan dalam liturgi.


(KONSULTASI IMAN)
Inti Semangat Pra-Paskah (Oleh: Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM)
Menurut penjelasan Romo, inti semangat Masa Pra-Paskah adalah pertobatan. Saya sangat setuju. Tetapi, saya tidak mengerti mengapa pada Masa Pra-Paskah selalu disertakan tema APP yang tidak langsung bernada religius atau menyangkut pertobatan. Misalnya, tema 2008 ”Kesejatian Hidup dalam Pemberdayaan Lingkungan” yang ujung-ujungnya berbicara soal membersihkan sampah. Tema 2009 “Pemberdayaan Kesejatian Hidup dalam Hubungan antarumat Beriman” yang ujung-ujungnya berbicara tentang hidup bersama dan dialog dengan umat beragama lain. Apa hubungan antara pertobatan selama Masa Pra-Paskah dengan ekologi dan hidup bersama? Apakah tidak lebih baik dibatasi saja pada pertobatan rohani atau menumbuhkan iman?

Katrin Milla, Jember


(SANTO & SANTA)
Bt Hilary Januszewski (1907-1945): Martir Dachau
Kesetiaannya melakukan hal-hal yang kecil, memampukannya melakukan hal-hal yang besar. Bahkan, ia rela mengorbankan dirinya demi keselamatan orang lain. Hilary lahir pada 11 Juni 1907 di Krajenki, Polandia. Pada saat dibaptis, dia diberi nama Pawel. Kedua orangtuanya, Martin dan Marianne, senantiasa mengajarkan iman kristiani kepadanya. Setelah menyelesaikan studi di Greblin (tempat tinggal keluarganya pada 1915), ia melanjutkan ke sekolah menengah (Gimnasium) di Suchary. Tetapi kemudian, ia tidak bisa melanjutkan studi di Suchary karena alasan ekonomi. Setelah menyelesaikan sekolah menengah di tempat lain, ia melanjutkan ke Krakow untuk kuliah sekaligus mengikuti kursus korespondensi.


(CERPEN)
Red Light District (Oleh: Maria Etty)
Lelaki itu termangu di sebuah kedai kopi di penghujung Voorburgwal, Amsterdam. Meski jarak menelentang jauh dari tempat tinggalnya di Koestraat, Nieuwmarkt, ia sengaja menyambangi tempat itu. Kedai dengan interior bersahaja itu seakan memanggilnya untuk datang kembali. Tiga bulan lalu, untuk pertama kali ia menyinggahinya. Saat itu, ia tengah mencermati seluk-beluk ibu kota Negeri Tulip, sepekan setelah kedatangannya untuk studi lanjut.


(LEMBAGA RELIGIUS)
Suster-Suster St Perawan Maria (SPM): Dari Probolinggo untuk Dunia
Kongregasi Suster-Suster St Perawan Maria dari Amersfoort berdiri pada 29 Juli 1822. Kepemimpinan kongregasi selama ini didominasi suster-suster Belanda. Namun, sejak tahun 2010, kepemimpinan kongregasi dipegang suster-suster Indonesia. Misi Kongregasi SPM di Indonesia dimulai oleh tujuh suster misionaris sejak 11 Oktober 1926 di Probolinggo, Jawa Timur. Tujuh suster tersebut adalah Sr M. Oda, Sr M. Arnolda, Sr M. Rosario, Sr M. Bernadetta, Sr M. Agnesia, Sr M. Emiliana, dan Sr M. Vincenta. Muder M. Oda adalah pemimpin pertama di Indonesia. Tujuh suster ini bagai benih yang ditabur di tanah subur.


(KONSULTASI KELUARGA)
Memaafkan (Oleh: Y. Bagus Wismanto)
Pada saat homili di sebuah Misa, sang imam menyampaikan cerita fiktif tentang setan yang memprotes Tuhan. Setan menyatakan kepada Tuhan, ”Hai Tuhan, Engkau selalu memaafkan kesalahan yang diperbuat oleh manusia dan manusia berulangkali jatuh ke dalam kesalahan maupun dosa yang sama, sedangkan saya (setan) sama sekali tidak pernah Tuhan maafkan.” Mendengar protes setan, Tuhan pun menjawab, ”Hai setan, manusia memang berulangkali jatuh ke dalam kesalahan dan dosa-dosa yang sama, namun manusia selalu bertobat dan mohon ampun, sedangkan kau berbuat salah dan tidak pernah menyesal akan kesalahan serta tidak mohon ampun.”


(TEROPONG)
Malu (Oleh: Puspitasari)
Harian Kompas (23/2) memberitakan tentang pemiskinan petani yang semakin meluas. Seorang petani mengatakan bahwa bertani sekarang setengahnya seperti berjudi. Perubahan iklim membuat tabiat tanah berubah menjadi tidak ramah, hama mengganas tak terbasmi, sedangkan biaya produksi kian tinggi yang membuat para petani terjebak dalam situasi harus berhutang. Beberapa dari petani yang diwawancarai mengatakan, saat ini malu menjadi petani. Berbeda dengan kondisi tahun 1980-an di mana hasil panen bisa untuk membeli sawah baru dan emas.


SUPLEMEN : 90 TAHUN MTB ARUNGI ZAMAN

Pengantar
Dengan menumpang kapal uap “Patria”, mereka berlima meninggalkan Negeri Belanda dan akhirnya merapat di “Kota Seribu Kuil” Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar) pada 10 Maret 1921. Kelimanya adalah para biarawan Kongregasi Bruder Kristiani St Maria Perawan Suci atau Maria Tak Bernoda (MTB) yang didirikan oleh Mgr van Hooydonk, Uskup Breda pada tahun 1854.

Bruder Pengajar dari huijbergen
Putussibau dan Huijbergen. Dua nama yang mungkin jarang terdengar. Putussibau, ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Sementara Huijbergen, sebuah kampung kecil di Provinsi Noord-Brabant, Belanda. Dua kampung ini terpisah oleh jarak sekitar 20.000 kilometer. Meski terpisah oleh lautan dan benua, dua kampung ini memiliki ikatan yang amat erat. Dua kampung ini diikat oleh nama Mgr van Hooydonk.

Refleksikan Kehadiran, Merajut Masa Depan
Tahun 2011 menjadi berharga bagi para bruder MTB untuk kembali merefleksikan kehadiran karya mereka di tengah dunia. Angka 90 mungkin bukan angka yang istimewa. Namun, pada peringatan 90 tahun berkarya di Indonesia, para bruder MTB ingin meletakkan dasar bagi karya di masa depan. Tahun 2011 ini, mereka akan menggelar Kapitel Provinsi yang dilanjutkan dengan Kapitel Umum. Tema yang diangkat, yakni “Kehadiran Bruder MTB di Tengah Gereja dan Masyarakat”.

Berkarya bagi Orang Muda dan Kaum Tersisih
Kekhasan karya bruder MTB mengedepankan pelayanan pada orang muda dan mereka yang tak mampu. Persekolahan mereka di Singkawang adalah salah satu contoh konkret. DI bawah naungan Yayasan Pendidikan Sekolah Bruder (YPSB), para bruder MTB terpanggil untuk memberdayakan kaum muda agar berkembang menjadi pribadi yang mandiri melalui pendidikan formal dan non-formal. Para bruder MTB berusaha menciptakan dan mengembangkan unit-unit karya sebagai persekutuan persaudaraan, meningkatkan karya pelayanan secara profesional dan berwawasan lingkungan.

Museum Misi Mgr van Hooydonk: Merekam Jejak Misi MTB
Rumah para misionaris MTB pertama itu masih berdiri tegak di tengah Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar). Seturut rencana, rumah itu akan dijadikan Museum Misi Mgr van Hooydonk. Beberapa benda yang pernah dipakai para misionaris MTB telah didata dan ditata. Museum ini terinspirasi oleh bangunan serupa di Negeri Kincir Angin, Belanda. Museum misi ini didirikan untuk melestarikan peninggalan para misionaris, untuk referensi penelitian, dan bukti sejarah kongregasi di Indonesia.

Pesan dari Hulu Hingga Hilir
Ratusan bahkan ribuan anak muda dan orang dewasa telah merasakan pengaruh kehadiran bruder MTB. Paling tidak, dua uskup telah dihasilkan dari pendidikan para bruder MTB. Kehadiran para bruder MTB di Indonesia telah dirasakan banyak orang. Berikut adalah rekaman kesan dan harapan para sahabat, mantan anak didik, dan rekan kerja bruder MTB:...

Guru, Teman, dan Saudara
Mgr Hieronimus Bumbun OFMCap, Uskup Agung Pontianak “Saya kenal pertama dengan bruder MTB saat masih belajar di Nyarumkop, tahun 1949. Saat itu, saya masih kelas 4 SD. Sebagai pengajar, para bruder MTB terkenal sangat disiplin. Saya pernah dimarahi bruder MTB. Rambut dan kuping saya ditarik. Ya saat itu, saya merasa bruder itu guru yang ‘kejam’.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

eXTReMe Tracker

Popular Posts

Majalah HIDUP Terbaru

"Belarasa Gereja bagi Petani"
EDISI 25, Minggu 20 Juni 2010
Lihat daftar isi
EDISI MINGGU SEBELUMNYA
"Pendidikan Vokasi"
EDISI 24, Minggu 13 Juni 2010
"50 Tahun Atma Jaya Jakarta"
EDISI 23, Minggu 06 Juni 2010
"Panggilan Imam di Flores"
EDISI 22, Minggu 30 Mei 2010
"UU Penodaan Agama"
EDISI 21, Minggu 23 Mei 2010
"Buku vs Dunia Maya"
EDISI 20, Minggu 16 Mei 2010
• Alamat Redaksi Jl. Kebon Jeruk Raya No. 85, Batusari Jakarta 11530 (Kotak Pos 2197 Jakarta 10021), Telp. (021) 5491537, 5308471, 5490546, Fax. (021) 5485737, e-mail: hidup@indo.net.id • Alamat Tata Usaha/Sirkulasi/Iklan Jl. Katedral No.5 Jakarta Pusat 10710, Telp. (021) 2314403/3520214/3454159/3857859 (Iklan), Fax. (021) 3451381, e-mail: hidup@centrin.net.id • Informasi Liputan Kirim ke Fax: 021-5485737, e-mail: hidup@indo.net.id • Bank BRI Cabang Jakarta Veteran, No. Rek. 0329-01-000616-30-8 atas nama Majalah Mingguan HIDUP • Bank Mandiri Cabang Gambir, No. Rek.119-0080000050 atas nama Majalah Mingguan HIDUP • BCA Cabang Pintu Air, No. Rek. 106-300046-2, atas nama Yayasan HIDUP Katolik • Rekening Dinas Giro dan Cek Pos No. A128.18

Majalah HIDUP Tersedia di Toko-toko berikut ini: